Suara.com - Fenomena sweeping warung makan saat Ramadan kembali terjadi dan menghebohkan media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok @duniapunyacerita_, tampak sekelompok warga mendatangi sebuah warung yang masih buka di siang hari.
Namun, hal yang jadi sorotan, bukannya menegur dengan baik, mereka justru melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas warung.
Dalam video yang beredar luas, terlihat seseorang berpakaian hitam membawa megafon sambil memukul bagian depan warung yang sudah ditutup rapat oleh pemiliknya berkali-kali.
Aksinya tersebut dilakukan sambil dirinya melantunkam shalawat. Sementara itu, segerombolan orang mengikutinya dan membiarkan perbuatannya seolah mendukungan tindakan tersebut.
Kejadian ini memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen yang mengkritik aksi tersebut sebagai tindakan main hakim sendiri yang tidak seharusnya terjadi.
Banyak netizen juga mempertanyakan dasar hukum dari aksi sweeping ini. Tidak ada aturan yang melarang warung buka di siang hari saat Ramadan, terutama bagi mereka yang memiliki alasan tertentu seperti non-Muslim, anak-anak, orang sakit, atau musafir yang tidak diwajibkan berpuasa.
"Gue tau lu Islam gua juga Islam tapi di Indonesia gk cuma Islam," kata @pil****.
"Boleh ngingetin, rapi tidak untuk merusak emang mau renovasi kalau rusak dan itu juga sudah di tutup agar menghargai yang puasa. Puasa / tidak hak masing2. 1. Bagaimna dengan ibu menyusui. 2. wanita haid / sakit 3.agama selain Islam," tambah @vit****.
"Mau tanya, klo yg kaos itam itu puasa apa tidak batal, serius nanya," ucap @ste****.
Baca Juga: Lirik dan Arti Lagu Tab Tabi Tab yang Viral di TikTok, Padahal Sudah Rilis Sejak 2012
"Bro fikir syarat puasa itu cuma buat nahan lapar dan haus aja," ungkap @muh****.
Sayangnya belum diketahui secara resmi mengenai lokasi dan kapan kejadian ini terjadi. Namun, banyak yang berharap tindakan seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya
-
DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra