Suara.com - Selama ini, Palembang identik sebagai tempat asal pempek yang paling lezat di Indonesia. Namun, ternyata ada daerah lain di Sumatera yang juga menjadi penghasil pempek dengan cita rasa yang tak kalah lezat, yakni Lampung.
Dalam sebuah podcast bersama Gofar Hilman, Andika Mahesa 'Kangen Band' yang berasal dari Lampung menyebut pempek asli daerahnya lebih enak. Menurutnya, karena di Lampung banyak ikan laut yang menjadi bahan utama pempek.
"Enak pempek Lampung karena disini kan banyak laut, jadi ikannya gimana ya. Enak. Kalau di Palembang kan banyaknya sungai," ungkap Andika, dikutip Minggu (23/3/2025).
Lantas, apakah yang diucapkan vokalis Kangen Band itu benar adanya? Seperti apa pula perbedaan antara pempek Palembang dan Lampung? Berikut informasi selengkapnya yang berhasil terangkum.
Sejarah Pempek
Pempek memiliki sejarah unik dan tidak dapat dilepaskan dari masuknya para perantau Tionghoa ke Palembang. Tepatnya dalam pemerintahan pimpinan Sultan Mahmud Badaruddin II pada abad ke-16 Masehi.
Menurut cerita masyarakat, pempek dijual keliling kota oleh seseorang asal Tionghoa yang sering dipanggil Apek sekitar tahun 1617 M. Ia saat itu diketahui berusia 65 tahun dan memiliki tempat tinggal di tepi Sungai Musi.
Apek mempunyai ide untuk memanfaatkan ikan yang melimpah, dengan mengolahnya menjadi makanan selain digoreng atau gulai. Ia lantas mengolah ikan hasil tangkapannya itu dan mencampurnya dengan tepung.
Setelah itu, Apek berkeliling menjual makanan buatannya yang saat itu masih belum memiliki nama. Ketika ada yang membeli, mereka memanggil ujung namanya saja, yakni "pek..pek" hingga menjadi asal mula pempek.
Baca Juga: 5 Toko Kue Lebaran di Lampung Enak dan Murah, Cocok Buat Oleh-oleh
Pempek sendiri merupakan adaptasi dari ngo hiang dan kekkian, yang sama-sama olahan dari ikan. Namun, alih-alih disajikan dalam sup atau sekadar digoreng, pempek disantap dengan cuko, saus asam, manis, dan pedas.
Perbedaan Pempek Palembang dan Lampung
Dari segi penampilan, pempek Lampung terlihat sama dengan pempek Palembang. Ikan segar pun sama-sama menjadi yang bahan utama dalam pembuatan keduanya. Namun, ada cita rasa yang disebut berbeda.
Selain itu, disebut-sebut salah satu pembeda pempek Lampung dengan pempek Palembang yakni terletak pada kuahnya. Pempek Lampung memakai biang cuka sehingga menghasilkan rasa yang lebih pekat.
Kuah itu juga berasal dari campuran ikan yang ikut disaring sehingga menghasilkan tekstur yang pekat, cocok untuk pendamping pempek.
Begitu disantap, satu sendok pempek Lampung sudah cukup membuat pecinta kuliner merasakan cita rasa ikan serta kuah yang lezat. Tak heran, jika banyak wisatawan luar daerah yang menikmati menu tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya