Suara.com - Baru-baru ini adab pengacara Paula Verhoeven menjadi perbincangan. Hal ini sebagaimana terlihat saat Alvon Kurnia Palma mendampingi Paula di sejumlah podcast.
Seperti diketahui, Paula belakangan aktif menyambangi sejumlah podcast untuk mengklarifikasi sederet isu miring soal perceraiannya dengan Baim Wong, yaitu mulai dari masalah perselingkuhan hingga rumor dirinya mengidap HIV sejak sebelum menikah.
Namun alih-alih mendampingi Paula dengan penuh fokus, malah Alvon beberapa kali tertangkap kamera sedang sibuk memainkan ponsel. Beberapa warganet meyakini Alvon bukan sibuk mengurusi pekerjaan melainkan menghabiskan waktu belaka dengan ponselnya.
Padahal jika melihat sepak terjangnya sebagai advokat, sosok Alvon sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Bukan sembarang pengacara, Alvon ternyata pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pekerja Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) masa jabatan periode 2011-2015.
Alvon merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Andalas dan memiliki riwayat menangani beragam kasus sebelum menjadi kuasa hukum Paula, termasuk sejumlah perkara berat.
Semasa menjabat sebagai Ketua Badan Pekerja YLBHI, Alvon kerap menghadapi tantangan perihal sistem hukum di Indonesia. Masalah sistem hukum juga kerap menuai sorotan Alvon, bahkan setelah dia menyelesaikan masa jabatan di YLBHI.
Salah satu yang disorot adalah perihal penyidik KPK yang tidak sesuai dengan aturan hukum ketika menyita barang-barang Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Alvon juga kerap mengkritik penegakan hukum di era pemerintahan Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi.
Sepak Terjang Fahmi Bachmid
Adab Alvon Kurnia Palma saat mendampingi Paula Verhoeven ini pun membuat sosoknya jadi ramai dibandingkan dengan Fahmi Bachmid yang merupakan kuasa hukum Baim Wong.
Baca Juga: Paula Verhoeven Dibilang Playing Victim Usai Chat Mesra Diduga dengan Nico Tersebar
Fahmi sendiri merupakan pengacara yang sebelumnya dikenal luas karena mendampingi Nikita Mirzani. Kini Fahmi juga menjadi kuasa hukum Baim untuk menangani perceraiannya dengan Paula.
Dengan riwayat tersebut, tidak heran jika sepak terjang Fahmi sebagai advokat juga tidak bisa dikesampingkan. Fahmi terbukti sering berhasil membantu Nikita melewati sederet masalah hukum yang harus dihadapinya.
Banyaknya kerja sama yang terjalin antara mereka membuat Nikita pernah secara terbuka memuji sosok Fahmi sebagai advokat dengan reputasi yang tidak kalah dari kuasa hukum aktor Johnny Depp.
Nikita menyebut bahwa Fahmi adalah pengacara yang tidak pernah gagal mendampingi kliennya, serta tidak pernah membongkar rahasia kliennya. Karena itulah, tidak heran jika bayaran Fahmi sebagai kuasa hukum kemudian meroket.
“(Fahmi Bachmid) Enggak pernah rahasia klien dibongkar-bongkar. Ini good mantab, 12 tahun jadi lawyer, enggak pernah failed selalu top markotop, makanya harganya naik sekarang,” ucap Nikita pada tahun 2022 silam.
Bahkan Nikita berseloroh bahwa Fahmi bisa mendapatkan sampai ratusan juta Rupiah dari kasus yang dikerjakannya. Tak heran jika menurut Nikita, Fahmi adalah sosok yang kaya raya tetapi selalu berpenampilan sederhana.
“Orangnya sederhana banget, kalau ada dia pakai barang branded itu dari gue dan kak Fitri bentuk apresiasi, karena Bang Fahmi ini bukan lawyer yang keluar dari jalur Gaza," ujar Nikita.
“Mahal bayarnya, coba cek kasus Nikita yang dipegang Bang Fahmi yang kalah. Sekali hembusan napasnya aja udah Rp 100 juta, kalau lu napasnya banyak lu kalkulasi aja. Enggak, bercanda aja, hitungannya per pekara,” lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan