Suara.com - Australia kian memantapkan diri sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang memesona, negara tetangga Indonesia ini juga terus berinovasi untuk menyambut wisatawan Muslim secara lebih hangat dan inklusif.
Mulai dari fasilitas ibadah yang mudah ditemukan, makanan halal yang melimpah, hingga peluncuran konsorsium tur ramah Muslim bernama Mosafa yang makin memudahkan perjalanan Anda.
Berikut lima tips wisata ramah Muslim ke Australia agar liburan Anda terasa nyaman, seru, dan tetap sesuai syariat:
1. Cari Akomodasi Ramah Muslim
Saat memilih tempat menginap, Anda bisa mencari hotel atau penginapan yang memiliki label “Muslim-friendly” atau setidaknya dekat dengan masjid atau restoran halal.
Beberapa akomodasi bahkan menyediakan arah kiblat, sajadah, hingga menu sarapan halal.
Kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne, Brisbane, dan Perth memiliki banyak pilihan akomodasi yang memprioritaskan kenyamanan wisatawan Muslim.
2. Manfaatkan Fasilitas Masjid dan Ruang Ibadah
Australia adalah negara multikultural dengan populasi Muslim hampir 900 ribu orang. Tak heran, masjid dan ruang ibadah tersebar luas, terutama di kota-kota besar.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sunscreen Australia SPF Tinggi, Kualitasnya Terjamin Pemerintah Negeri Kanguru
Anda bisa dengan mudah menemukan masjid yang menyelenggarakan salat Jumat dengan khotbah dalam bahasa Inggris dan beberapa bahasa lain. Beberapa bandara, mal, hingga universitas juga menyediakan musala atau prayer room yang bersih dan terawat.
3. Jelajahi Kuliner Halal dari Berbagai Negara
Urusan makan? Tak perlu khawatir. Restoran halal tersebar di seluruh penjuru negeri.
Dari makanan khas Timur Tengah, India, Pakistan, hingga cita rasa Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia, semua bisa Anda temukan dengan mudah.
Restoran bersertifikat halal umumnya menampilkan logo halal dengan jelas. Selain itu, produk-produk hewani yang dijual di supermarket besar juga banyak yang memiliki sertifikasi halal.
4. Gunakan Transportasi Umum yang Aman dan Nyaman
Kota-kota besar di Australia memiliki sistem transportasi umum yang efisien dan ramah wisatawan.
Anda bisa naik kereta, bus, atau tram dengan mudah. Informasi penunjuk arah semuanya dalam bahasa Inggris, dan warga setempat pun terkenal ramah dan siap membantu.
Jika Anda lebih suka menjelajah sendiri, menyewa mobil juga menjadi opsi menarik—terutama jika ingin menikmati panorama alam seperti Great Ocean Road atau padang gurun di Northern Territory.
5. Pilih Paket Wisata Halal dari Konsorsium Mosafa
Jika Anda mencari pengalaman berlibur ke Australia tanpa khawatir soal makanan halal, waktu salat, dan itinerary yang sesuai gaya hidup Muslim, maka Mosafa (Moslem Friendly Australia) adalah jawabannya.
Inisiatif kolaboratif yang digagas Tourism Australia ini menggandeng sejumlah agen perjalanan halal di Indonesia melalui Halal Travel Konsorsium (HTK) yang dibentuk oleh Cheria Holiday.
Mosafa menawarkan paket wisata ramah Muslim dengan harga lebih ekonomis berkat sistem perjalanan grup, tanpa mengorbankan kenyamanan maupun kualitas.
Program ini membuka akses luas ke destinasi-destinasi unggulan Australia—dari Opera House di Sydney, festival cahaya di Blue Mountains, hingga pulau tropis Rottnest Island di Perth—dengan tetap menjaga kebutuhan ibadah dan konsumsi halal.
“Australia sadar besarnya market wisatawan Muslim Indonesia. Mosafa ini bukan hanya solusi, tapi terobosan jenius bagi pelaku wisata halal,” ungkap Cheriatna, CEO Cheria Holiday.
Australia kini menjadi salah satu destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia Barat. Fasilitas lengkap, akses ke makanan halal, kemudahan beribadah, serta pengalaman berlibur yang kaya budaya dan pemandangan membuat Australia layak masuk dalam daftar liburan Anda selanjutnya.
Rencanakan perjalanan Anda sekarang juga dan rasakan pengalaman liburan halal dan wisata ramah muslim yang tak terlupakan di Negeri Kangguru!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
4 Zodiak Paling Beruntung 23 Februari 2026, Aquarius Hoki Berkat Satu Keputusan Ini
-
Apa Arti 2N+1? Istilah yang Muncul dalam Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas LPDP
-
Kapan Batas Waktu untuk Sahur? Pahami agar Puasa Tetap Sah
-
BCA Tutup Jam Berapa Selama Ramadan 2026? Ini Jadwal Operasionalnya
-
Terpopuler: Arya Iwantoro Anak Siapa hingga Bolehkah Tidak Tarawih Karena Kerja Shift Malam?
-
Apakah Jam 19.00 Masih Bisa Sholat Maghrib? Ini Batas Waktu yang Shahih
-
Apakah Boleh Potong Kuku saat Puasa Ramadan? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasannya
-
5 Rekomendasi Deodorant yang Tidak Bikin Baju Kuning, Mulai Rp12 Ribuan
-
Link Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Taspen, Kuota 100 Ribu Pemudik
-
Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM