Suara.com - Beberapa olahraga yang mulai digandrungi masyarakat ternyata mendapat label 'olahraga orang kaya.'
Sebutan tersebut diberikan bukan tanpa alasan, lantaran beberapa olahraga yang disebut 'olahraga orang kaya' kerap dilakukan oleh mereka yang tajir melintir.
Kegiatan yang masuk ke dalam kriteria olahraga orang kaya juga umumnya memerlukan biaya yang tinggi karena peralatan hingga sarana untuk melakukan olahraga tersebut terbilang mahal.
Lantas, apa saja yang disebut-sebut sebagai olahraga orang kaya? Bagaimana cara terjun ke dalam olahraga tersebut?
Pilates
Olahraga yang serupa namun tak sama dengan yoga ini populer di kalangan wanita dengan kondisi sosio-ekonomi menengah ke atas.
Kendati tak selalu mahal, pilates mendapat label olahraga orang kaya lantaran mereka yang terjun ke dalam olahraga ini adalah pekerja metropolitan.
Pilates tampak seperti olahraga yang ringan dengan gerakan yang anggun. Namun jangan salah, gerakan pilates fokus ke penguatan tiap otot-otot di tubuh dengan intensif.
Berbeda dengan yoga, pilates menggunakan berbagai alat bantu seperti meja pilates yang tersedia di berbagai sasana olahraga pilates alias pilates center.
Mendatangi sasana pilates menjadi salah satu cara untuk memulai terjun ke olahraga ini. Biaya untuk ikut kelas pilates juga bervariasi, tergantung dari masing-masing daerah dan kualitas serta kelengkapan alat yang tersedia.
Baca Juga: Olaraga Padel Tren di Kalangan Artis, Apa Bedanya dengan Tenis?
Tenis
Tenis menjadi olahraga dengan penuh kemewahan lantaran butuh modal ekstra untuk berbagai sarana penunjang.
Pertama yang paling kentara adalah raket. Raket tenis umumnya dijual dari Rp1,5 juta hingga Rp2 juta untuk kualitas standar.
Ada beberapa raket tenis yang lebih murah yang biasanya digunakan untuk pemula di bawah Rp1 juta.
Akses ke lapangan tenis juga tak jarang memerlukan biaya berupa keanggotaan klub tenis. Biaya yang ditawarkan tentu bervariasi dari satu klub dengan klub lainnya.
Klub tenis menjadi pintu masuk untuk mereka yang ingin terjun ke dunia tenis. Dapatkan informasi tentang kegiatan tenis melalui komunitas atau klub tenis terdekat yang tersebar luas di berbagai daerah.
Berkuda
Menunggang kuda dengan penuh keanggunan menjadi impian banyak orang.
Sayang, tak banyak yang bisa mewujudkan impian tersebut lantaran berkuda adalah olahraga yang terbilang mahal.
Biaya berkuda datang dari perawatan kuda yang tak murah. Seekor kuda tunggang memerlukan seorang perawat kuda yang profesional dan berdedikasi.
Peralatan hingga arena berkuda juga tak jarang dibanderol dengan biaya selangit.
Namun, jangan jadikan modal mahal untuk berhenti mengejar impian berkuda. Pasalnya di berbagai daerah di Tanah Air kini tersedia berbagai komunitas berkuda untuk memberikan akses berkuda yang relatif lebih murah untuk masyarakat awam.
Golf
Olahraga yang satu ini populer di kalangan pejabat dan pebisnis.
Golf juga menjadi simbol rekreasi dan ajang untuk bercengkerama di antara sirkel orang dengan status ekonomi yang tinggi.
Mahalnya olahraga golf datang dari peralatan serta biaya sewa lapangan yang tentu membutuhkan modal banyak.
Sebuah permainan golf tak cukup dengan satu buah tongkat saja, melainkan memerlukan beberapa set tongkat yang masing-masing harganya tak murah.
Tenang, kini ada berbagai versi golf seperti driving range yang menyediakan kesempatan bagi mereka yang bukan orang kaya raya untuk bisa merasakan memukul bola golf di arena versi mini.
Tentu, driving range menawarkan pengalaman lebih ringkas ketimbang golf sesungguhnya.
Selancar
Terakhir, ada selancar yang tak hanya memicu adrenalin namun juga perlu modal ekstra.
Selancar harus dilakukan oleh mereka yang terlatih untuk meminimalisir risiko. Pelatihan selancar tentu memerlukan biaya yang tak sedikit.
Tak berhenti di situ, harga untuk satu buah papan selancar berkualitas juga dibanderol dengan harga fantastis.
Mereka yang sudah siap modal untuk berselancar bisa mendatangi berbagai komunitas selancar untuk membuat agenda berselancar bersama di berbagai titik yang tersebar luas di Indonesia.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Apakah Makan dan Minum Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasan Hukum Fiqihnya
-
Mindful Beauty: Menemukan Ketenangan Lewat Sentuhan Essential Oil Alami
-
Terkena PHK sebelum Lebaran Apakah Dapat THR? Jangan Mau Rugi, Pahami Aturannya!
-
6 Artis Penerima Beasiswa LPDP, Ada Tasya Kamila hingga Isyana
-
Kapan Zakat Fitrah Dibayarkan? Jangan Melewati Batas Waktu Ini Agar Tidak Haram
-
Bukan Cuma LPDP! Ini 4 Beasiswa Pemerintah Indonesia Fully Funded Kuliah di Luar Negeri
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA dan Himbara, Cek Batas Maksimal Penukaran!
-
Apakah Pegadaian Bisa Gadai HP Tanpa Dus? Ini Syarat dan Caranya
-
5 Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu di Jogja untuk THR Lebaran, Bebas Antre Dapat Uang Baru!