Suara.com - Pernah enggak sih kamu sedang belanja di supermarket dan tiba-tiba ikut bergoyang kecil karena musik yang diputar, baik itu lagu-lagu lama, pop up beat, atau jazz?
Namun, sebenarnya adakah efek musik saat belanja? Apakah hanya untuk hiburan semata atau ada beberapa pengaruh musik yang mengalun di supermarket?
Dikutip dari laman Reader's Digest pada Senin, 19 Mei 2025, ada beberapa fakta-fakta unik mengapa selalu ada musik di supermarket.
1. Musik bisa membuat pengunjung belanja lebih banyak
Menurut sebuah studi dari University of Bath School of Management pada 2022, musik bisa mendorong pelanggan belanja hingga 10% lebih banyak, terutama saat hari kerja.
Peneliti menemukan bahwa saat hari kerja pelanggan cenderung lebih stres dan musik membantu meredakan stres, sehingga mereka menjadi lebih impulsif saat berbelanja.
Sebaliknya, saat akhir pekan, efek musik cenderung tidak terlalu besar karena suasana hati konsumen sudah lebih santai jika dibanding saat hari kerja.
2. Bikin pengunjung lebih bahagia dan betah
Pengaruh musik bukan hanya meningkatkan jumlah belanjaan, tapi dipercaya juga dapat membuat pelanggan lebih betah berada di dalam supermarket.
Baca Juga: Cara Klaim Diskon Belanja di Setiabudhi Supermarket dari BRI
Menurut survei dari MRC Data, 40% pelanggan mengaku akan tinggal lebih lama di supermarket jika mereka menyukai musik yang diputar di dalam supermarket.
Bahkan, studi lain dari Mood Media menyebutkan bahwa 77% pelanggan lebih bersedia antre di dalam supermarket jika musik yang diputar menyenangkan.
3. Musik jadi ciri khas dan strategi branding
Supermarket bukan hanya bersaing soal harga, promo, dan produk yang dijual, tapi juga pengalaman pelanggan saat berbelanja.
Musik di supermarket bisa mencerminkan identitas merek dan golongan pelanggan yang disasar oleh setiap toko.
Misalnya, toko dengan target milenial mungkin akan memutar lagu-lagu dari Taylor Swift atau Lady Gaga. Sementara itu, toko premium bisa memilih jazz atau musik lain.
Benjamin Lorr, penulis buku The Secret Life of Grocery Stores, menyebut bahwa pemilihan musik adalah bagian dari strategi supermarket untuk membuat pelanggan merasa terwakili.
Musik yang diputar bukan hanya mencerminkan identitas supermarket, tapi juga menciptakan ikatan emosional dengan pelanggan yang datang.
4. Musik diatur sesuai waktu
Tahukah kamu bahwa playlist supermarket bisa berubah tergantung waktu dan hari? Di pagi hari, lagu-lagu yang diputar biasanya lebih cepat dan energik.
Sementara itu, di siang hari, musik yang dipilih menjadi lebih santai agar pelanggan lebih rileks dan lebih lama menjelajahi rak-rak produk.
5. Siapa yang mengatur playlist supermarket?
Banyak supermarket tidak mengatur playlist sendiri. Mereka bekerja sama dengan perusahaan khusus seperti yang mengurasi musik sesuai profil pelanggan.
Namun, ada pula supermarket yang memberikan kebebasan kepada manajer toko untuk memilih playlist musik yang akan mereka putar sendiri di supermarket.
Memilih musik bukan hal sembarangan. Ada riset dan strategi di balik setiap lagu yang dipilih, mulai dari genre, tempo, hingga lirik yang bisa memengaruhi keputusan belanja konsumen.
6. Tak semua supermarket memutar musik
Meski tren musik di supermarket semakin umum, tidak semua toko mengikutinya. Hal ini bisa saja dilakukan untuk menjaga efisiensi dan menekan biaya operasional.
Berita Terkait
-
Cara Klaim Diskon Belanja di Setiabudhi Supermarket dari BRI
-
Cerdik! Istri di Australia Ungkap Perselingkuhan Suami Lewat Program Hadiah Poin Supermarket
-
Belanja Bulanan Tanpa Repot, Sabrina Siap Berikan Rekomendasi Lokasi Supermarket Terdekat
-
Bayar Belanjaan di GS Supermarket Pakai Debit BRI, Bawa Pulang Samyang Gratis!
-
Diskon Belanja di GS Supermarket, Khusus Nasabah BRI!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Lipstik Warna Peach Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Rekomendasinya
-
Pakai Inhaler Asma saat Puasa, Membatalkan atau Tidak? Ini Penjelasan Hukumnya
-
Cara Hitung Dana Beasiswa LPDP Arya Pamungkas Iwantoro yang Harus Kembali ke Negara
-
Kenapa Disebut Gamis Bini Orang? Ini Asal-usul dan Ciri Khas Tren Baju Lebaran 2026
-
Cara Orang Indonesia Pilih Dompet Digital 2026: Tertarik Promo, Tapi Keamanan Jadi Penentu
-
Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Tirta
-
Lupa Baca Niat tapi Makan Sahur, Apakah Puasa Tetap Sah?
-
Arya Iwantoro Kerja Apa di Inggris? Terancam Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran Model Cheongsam untuk Tampil Elegan, Mulai Rp200 Ribuan
-
Berapa Miliar Dana Beasiswa yang Harus Dikembalian Suami Dwi Sasetyaningtyas? Ini Kata Bos LPDP