Suara.com - Lama tak muncul di dunia hiburan, Syahrini mendadak jadi pusat perhatian usai menghadiri red carpet Cannes Film Festival 2025 di Cannes, Prancis. Syahrini tampil begitu elegan dengan gaun panjang lengkap dengan kerah tinggi dan jubah ala baju kerajaan.
Dress spesial Syahrini itu dirancang langsung oleh desainer kondang Tanah Air, Danny Satriadi. Syahrini pun tampak menyapa para wartawan dan fotografer di sesi red carpet Cannes sambil memamerkan gaun berwarna silver yang dipenuhi kristal tersebut.
Perempuan yang kerap disapa Princess itu tak hadir sendirian. Ia didampingi oleh sang suami, Reino Barack di Cannes 2025.
Sementara itu, sang desainer, Danny Satriadi sempat membagikan proses pembuatan gaun mewah tersebut.
"Syahrini menghadiri Festival Film Cannes ke 78 tahun. Gaun ini dibuat dengan cinta, eksklusif untuk Syahrini," tulis Danny di caption unggahan Instagram-nya @dannysatriadi_official pada Sabtu (17/5/2025) lalu.
Danny membagikan makna mendalam dari setiap motif yang dirancangnya. Ini sesuai dengan permintaan Syahrini dan hasil diskusinya dengan istri Reino Barack tersebut.
Gaun putih silver itu terlihat begitu elegan dengan bordiran burung garuda, bunga anggrek bulan, dan bunga dadap serep. Motif-motif itu memberikan tanda bahwa gaun tersebut merepresentasikan identitas Indonesia.
Lambang negara dipilih Syahrini sebagai bentuk kebanggaannya terhadap Indonesia. Sedangkan bunga anggrek bulan melambangkan kesempurnaan dan ketulusan. Untuk bunga dadap serep sendiri melambangkan sebuah kekuatan dan perlindungan yang berhubungan dengan kehidupan manusia.
Sosok Danny pun ikut jadi perbincangan, terlebih lagi ia merupakan desainer "langganan" yang bekerjasama dengan Syahrini. Bahkan, Danny adalah desainer yang merancang gaun resepsi pernikahan Syahrini pada tahun 2019 lalu.
Baca Juga: Mengintip Chopard: Tempat Syahrini Belanja Berlian, Ternyata Pencipta Piala Cannes Palme d'Or
Desain gaun khas Danny pun terlihat begitu fit dengan Syahrini bahkan sejak 6 tahun yang lalu. Lalu, seperti apa sosok Danny Satriadi ini?
Profil Danny Satriadi
Danny Satriadi merupakan salah satu desainer busana papan atas Indonesia yang dikenal karena kemampuannya merangkai elemen tradisional dalam desain kontemporer yang elegan.
Ia mengawali perjalanannya di dunia mode setelah menyelesaikan pendidikan di ESMOD Jakarta pada tahun 2001. Kariernya dimulai dari pengalaman bekerja di rumah mode ternama seperti Prayudi dan Bella Donna, yang menjadi batu loncatan awal bagi eksplorasi kreatifnya.
Tonggak penting dalam kariernya terjadi saat Danny berhasil meraih juara dalam ajang Lomba Perancang Mode (LPM) tahun 2003. Kemenangan ini membuka jalan baginya untuk menempuh pendidikan lanjutan di Fashion Institute of Design and Merchandising (FIDM) di Los Angeles untuk memperdalam pemahaman dan teknik desain busana yang lebih global.
Karya Danny mulai mendapat perhatian internasional saat ia dipercaya merancang gaun malam bertabur kristal untuk Ines Chandra, perwakilan Indonesia di Miss World 2012. Busana bertema “Journey to Perfection” tersebut menonjolkan komitmennya terhadap detail serta kesempurnaan dalam rancangannya.
Di kancah fashion nasional, Danny dikenal lewat berbagai label yang ia bangun, termasuk Arkamaya dan DSTree. Ia tidak hanya mendesain busana, tetapi juga menyampaikan narasi budaya lewat kain dan potongan busana.
Salah satu karya ikoniknya adalah gaun pernikahan Syahrini yang menggabungkan motif bangau dengan detail kimono, menciptakan interpretasi visual yang memadukan budaya Jepang dan Sunda secara harmonis.
Pada ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) 2024, Danny menampilkan koleksi bertajuk Eclectic Artistry yang mengangkat kekayaan budaya Kalimantan Tengah. Ia memadukan batik khas daerah tersebut dengan unsur rotan dan logam, menghasilkan karya yang kuat secara visual dan sarat nilai budaya.
Melalui setiap koleksi, Danny Satriadi terus membuktikan bahwa fashion bisa menjadi medium pelestarian budaya sekaligus ruang eksplorasi artistik. Gaya khasnya yang memadukan kemewahan dengan akar budaya menjadikannya salah satu desainer paling berpengaruh di Indonesia saat ini.
Kontributor : Dea Nabila
Tag
Berita Terkait
-
Mengintip Chopard: Tempat Syahrini Belanja Berlian, Ternyata Pencipta Piala Cannes Palme d'Or
-
Syahrini Pamer Lagi Privat Shopping Berlian, Netizen Julid ke Jempolnya
-
Dianggap Terlalu Vulgar, 7 Potret Busana Zhao Yingzi yang Membuatnya Diusir dari Cannes 2025
-
Aisyahrani Buktikan Syahrini Tak Pernah Pakai Filter di Instagram
-
Beda Banget! 3 Alasan Penampilan Syahrini di Cannes 2025 Jadi Sorotan Dunia Maya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik