Suara.com - Selain menyiapkan fisik dan mental, jemaah haji juga dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan cuaca di Tanah Suci yang cenderung panas dan kering. Kondisi ini bisa memicu berbagai masalah kulit, seperti kering dan iritasi.
Oleh karena itu, jemaah haji sebaiknya tetap memperhatikan perawatan kulit dasar selama menunaikan ibadah. Lalu apa saja skincare yang sebaiknya dibawa saat haji?
Terkait hal tersebut, dr. Wahyu Triasmara selaku dokter kecantikan sekaligus Founder DRW Skincare pernah menjelaskan tipsnya melalui video YouTube pribadi.
"Memilih skincare saat teman-teman berniat untuk pergi umrah atau haji," kata dr. Wahyu Triasmara, dilansir dari video YouTube pada Rabu, 21 Mei 2025.
Dalam videonya, dr. Wahyu Triasmara menyampaikan beberapa tips praktis yang bisa menjadi panduan Anda dalam menyiapkan skincare untuk ibadah haji. Apa saja tipsnya?
Tips Praktis Memilih Skincare untuk Dibawa Haji
Berikut panduan lengkap tentang tips memilih skincare untuk dibawa haji menurut dr. Wahyu Triasmara, yaitu:
- Pertama, perhatikan kemasan skincare yang akan Anda bawa saat menunaikan ibadah haji. Pilih skincare dengan kemasan praktis agar mudah dibawa dan aman digunakan.
- Kedua, pilih skincare yang memiliki manfaat ganda atau multifungsi. Misalnya, pelembap yang juga sudah mengandung SPF 30 atau pembersih wajah yang juga dapat menghapus riasan.
- Ketiga, pastikan skincare yang dibawa sudah sesuai dengan kebutuhan kulit Anda.
- Keempat, pertimbangkan ukuran dan bobot produk agar tidak memberatkan bagasi.
- Kelima, pilih produk skincare yang kandungan dan keamanannya sudah terbukti.
- Keenam, pilih skincare dengan tekstur ringan (seperti gel atau lotion) agar mudah meresap ke kulit.
- Ketujuh, pilih produk skincare yang aromanya lembut supaya tidak mengganggu kenyamanan jemaah lain.
Soal skincare apa saja yang perlu dibawa saat haji, dr. Wahyu Triasmara mengingatkan untuk membawa yang penting-penting saja, seperti pembersih wajah, pelembap, dan tabir surya alias sunscreen.
"Saat bepergian lebih baik memilih skincare yang tidak ribet, yang penting seperti pembersih wajah, pelembap, tabir surya. (Sunscreen) Jangan sampai ketinggalan ya karena untuk melindungi dari paparan sinar matahari," jelas dr. Wahyu Triasmara.
Lebih lanjut, dr. Wahyu Triasmara mengingatkan agar tak menyimpan skincare di tempat yang terpapar sinar matahari langsung serta suhu yang terlalu panas. Sebab hal ini bisa mempengaruhi stabilitas serta efektivitas produk.
Baca Juga: Cegah Tanda Penuaan Dini, Kapan Usia yang Tepat untuk Pakai Retinol?
Jadi itu beberapa tips memilih skincare yang wajib dibawa saat haji menurut dokter kecantikan. Semoga bermanfaat!
Hukum Memakai Skincare saat Haji atau Umrah
Menurut NU Online, penggunaan skincare saat menjalani ibadah umrah atau haji dibolehkan dalam Islam. Hal ini karena pemakaian skincare selama masa ihram tidak bertentangan dengan prinsip kesederhanaan dan tujuan utama ihram, selama produk yang digunakan bebas dari parfum dan alkohol.
Skincare sendiri merupakan bagian dari perawatan tubuh yang bertujuan menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Selama tidak mengandung bahan yang dilarang seperti pewangi, alkohol, atau zat asing lainnya, maka penggunaannya tetap diperbolehkan.
Lingkungan dan cuaca di Tanah Suci yang panas, kering, dan terik bisa berdampak buruk pada kondisi kulit. Paparan sinar matahari serta kelembapan yang rendah dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, bahkan terbakar.
Oleh karena itu, pemakaian skincare sederhana seperti pelembap tanpa aroma, sunscreen, atau produk lain yang tidak melanggar larangan ihram dapat membantu menjaga kulit tetap sehat selama ibadah.
Ulama besar seperti Syekh Wahbah az-Zuhaili juga menyampaikan hal serupa dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Ia menjelaskan bahwa seseorang yang sedang ihram diperbolehkan memakai sabun atau krim untuk menjaga kulit dan wajah, selama tidak mengandung wewangian. Berikut penjelasan lengkap Syekh Wahbah az-Zuhaili:
Artinya: "Dan diperbolehkan—bagi orang yang dalam keadaan ihram— untuk mandi dengan menggunakan sabun menurut Madzhab Syafi’i dan Hanbali, sedangkan menurut Imam Hanafi tidak boleh mandi dengan sabun dan sejenisnya. Sedang menurut Madzhab Maliki boleh mandi untuk mendinginkan badan bukan untuk membersihkan."
Pandangan ini didukung oleh mazhab Syafi’i dan Hanbali, sementara mazhab Hanafi lebih ketat dalam hal ini. Mazhab Maliki pun membolehkan mandi saat ihram asal tujuannya untuk menyegarkan badan, bukan membersihkan diri secara berlebihan.
Pandangan senada juga disampaikan oleh Syekh Muhammad Amin al-Kurdi dalam Tanwirul Qulub, yang menegaskan bahwa penggunaan sabun saat ihram diperbolehkan asalkan tidak mengandung bahan pewangi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Apa Perbedaan Sepatu Slip On dan Loafer? Ini 5 Rekomendasi Terbaik yang Ekstra Nyaman
-
10 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang Masih Buka Pendaftaran, Cek di Sini!
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
5 Shio Paling Beruntung pada 25 Februari - 1 Maret 2026, Banjir Rezeki!
-
9 Tips Puasa Anti Haus, Hindari Minum Ini Biar Kuat sampai Maghrib
-
Jenis Buah yang Baik dan Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa
-
Sering Lupa Baca Doa Buka Puasa, Bagaimana Hukumnya?
-
Pembagian THR Paling Lambat Kapan? Tidak Boleh Dicicil, Cek Batas Waktunya
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan