Tak cukup dengan itu, perusahaan juga diajak untuk saling bekerja sama—terutama merek besar yang punya lebih banyak sumber daya—dalam membantu pemasok kecil di rantai pasok agar bisa beralih dari batu bara ke energi yang lebih efisien dan terbarukan.
Equity atau keadilan menjadi poin penting lainnya. Perusahaan disarankan untuk mendukung pemasok dalam pembiayaan upaya dekarbonisasi, misalnya lewat pinjaman dengan bunga ringan, pendanaan yang tidak perlu dikembalikan, hingga komitmen kontrak jangka panjang. Semua itu dimaksudkan agar pemasok tidak menanggung beban perubahan sendirian.
Adaptasi terhadap krisis iklim juga menjadi sorotan. Stand menekankan perlunya pendekatan berbasis lokasi yang lebih manusiawi, termasuk upaya melindungi pekerja dari dampak kerusakan iklim yang sudah terjadi.
Di sisi lain, di pusat-pusat manufaktur, Stand mendorong kolaborasi yang lebih aktif dalam mengadvokasi kebijakan dan pembangunan infrastruktur yang mendukung penggunaan energi terbarukan oleh para pemasok.
Tak kalah penting, perusahaan juga diminta menyiapkan strategi untuk meninggalkan bahan-bahan sintetis seperti poliester daur ulang, yang menurut laporan ini hanyalah solusi semu. Dan terakhir, sektor transportasi pun tak luput dari perhatian—dengan seruan untuk menetapkan target emisi dan merancang sistem pengiriman yang lebih lambat namun rendah polusi.
Lewat tujuh langkah ini, Stand.earth berharap industri fesyen tak hanya bersolek hijau, tetapi juga benar-benar melangkah ke arah perubahan yang adil dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga