Suara.com - Kipas angin berdiri masih menjadi pilihan favorit banyak keluarga di Indonesia. Hal ini karena kipas angin berdiri praktis dan mudah dipindahkan ke mana saja.
Kipas angin berdiri juga cocok ditempatkan di berbagai ruangan, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga area dapur tanpa perlu pemasangan yang ribet.
Selain praktis, kipas angin berdiri juga memiliki daya jangkau anginnya yang luas dan menyegarkan, apalagi jika ketinggiannya bisa diatur.
Banyak produsen yang saat ini menghadirkan kipas angin berdiri dengan teknologi hemat energi. Penggunaan dayanya cukup efisien meski dipakai seharian.
Nah, berikut adalah 7 rekomendasi kipas angin berdiri yang tahan lama dan hemat listrik. Produk berikut bisa didapatkan dengan harga mulai Rp150 ribuan.
1. Advance SF16A Kipas Angin Berdiri 16 Inch
Advance SF16A masuk dalam jajaran rekomendasi kipas angin berdiri terbaik. Dilansir dari Shopee Advance Official Shop, harganya mulai Rp151.000.
Memiliki ukuran 16 inci, kipas angin berdiri ini hadir dengan tiga pengatur kecepatan. Motor kipasnya pun tergolong kuat dan tahan lama.
Dengan konsumsi daya hanya 40 watt, produk ini ramah listrik dan cocok digunakan sehari-hari. Selain itu, struktur bodi kipas ini juga kokoh.
Baca Juga: 5 Rekomendasi AC Portable Hemat Listrik: Ruangan Sejuk, Dompet Aman
2. Kyowa Kipas Angin Berdiri 16 Inch
Kipas angin berdiri dari Kyowa ini menawarkan fungsi 2-in-1 sebagai kipas meja dan kipas lantai yang juga masuk dalam rekomendasi kipas angin berdiri terbaik.
Desainnya modern dan minimalis, membuat kipas ini cocok ditempatkan di berbagai ruangan. Konsumsi dayanya pun rendah, sehingga kamu bisa hemat listrik.
Lebih lanjut, dilengkapi dengan aling-baling transparan, kipas angin tampak elegan dengan embusan angin yang kencang. Harganya mulai Rp158.999.
3. SEKAI SFN 1622 X Kipas Angin Berdiri 16 Inch
SEKAI SFN 1622 X hadir sebagai salah satu kipas angin berdiri terbaik dari sisi performa. Di Shopee Sekai Official Shop, harga kipas ini mulai Rp213.000.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi AC Portable Hemat Listrik: Ruangan Sejuk, Dompet Aman
-
5 Water Heater Listrik Terbaik: Hemat Listrik dan Air, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
4 Rekomendasi Kulkas 2 Pintu Rp 2 Jutaan Hemat Listrik di Bawah 100 Watt, Terbaik Juli 2025
-
5 Blender Bumbu Terbaik: Hemat Listrik, Pisau Tajam! Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
5 Rekomendasi Pompa Air Terbaik Juli 2025: Anti Berisik dan Hemat Listrik!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik