Suara.com - Jejak digital DJ Panda membocorkan kelainan seksual yang dimilikinya mendadak diungkit oleh warganet di tengah kasus kehamilan aktris Erika Carlina.
DJ Panda telah dicurigai sebagai ayah dari bayi yang dikandung Erika Carlina usai kedua sahabat sang model, Fujianti Utami dan Rachel Vennya, mengunggah ulang konten tentang sang disjoki di TikTok.
Namun, kecurigaan tersebut telah dibantah oleh DJ Panda dalam postingan Instagram Story pada 18 Juli 2025.
"Kenapa jadi ngarahnya ke gua," tulis pria bernama asli Giovanni Surya Saputra itu.
Bantahan itu membuat publik semakin geram, sampai-sampai jejak digital lawas yang dianggap sebagai aib DJ Panda diungkit lagi. Termasuk kelainan seksual pria asal Surabaya, Jawa Timur, itu.
DJ Panda sempat mengaku bahwa dirinya seorang 'hyper' atau hiperseksual. Ia mengatakannya saat menjawab pertanyaan warganet soal aktivitas seksualnya.
"Jangan ditanya, aku mah hyper," ucap DJ Panda sambil tersenyum.
Berdasarkan laman kesehatan Alodokter, hiperseksual merupakan kondisi gangguan seksual yang ditandai dengan dorongan, fantasi, dan perilaku seksual yang berlebihan serta sulit dikendalikan.
Penderitanya cenderung mengalami ketergantungan seksual yang dapat berdampak negatif pada aspek kesehatan, produktivitas kerja, dan hubungan sosial.
Baca Juga: Feni Rose Bicarakan Drama yang Gak Sedih-sedih Amat, Sentil Erika Carlina?
Seseorang dianggap mengalami hiperseksualitas ketika dorongan seksual menjadi pusat perhatian hidupnya, sulit dibatasi, dan berisiko menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain.
Pada perempuan, kondisi ini dikenal dengan istilah nimfomania, sementara pada laki-laki disebut satiriasis.
Tanda Seseorang Memiliki Hiperseksualitas
Meski belum ada standar medis yang secara resmi menetapkan kriteria hiperseksualitas, sejumlah perilaku dapat menjadi indikator adanya gangguan kecanduan seksual. Di antaranya:
- Dorongan atau hasrat seksual yang sulit ditahan
- Memiliki lebih dari satu pasangan
- Sering berganti pasangan seksual
- Sering mengonsumsi hal-hal berbau pornografi
- Sering mempraktikkan hubungan seksual yang tidak aman
- Sering menyewa jasa pekerja seks komesial
- Sering merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual atau masturbasi
- Diam-diam sering melihat dan menikmati aktivitas seksual orang lain
- Perilaku seksual menjadi pelarian dari segala permasalahan hidup
Seseorang bisa dikatakan memiliki kondisi hiperseksual bila tanda di atas dilakukan lebih dari 6 bulan hingga menganggu segala aspek kehidupan, seperti hubungan sosial, pekerjaan, hingga rutinitas harian.
Hiperseksualitas memang belum diakui sebagai diagnosis resmi dalam DSM-5, namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengategorikannya sebagai “gangguan seksual kompulsif” dalam ICD-11.
Namun, perilaku seksual berlebihan tetap dapat dikenali oleh tenaga profesional sebagai kondisi yang memerlukan penanganan. Terutama jika telah berdampak negatif pada kesehatan mental, hubungan interpersonal, maupun kualitas hidup secara menyeluruh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan