Seri ini lebih ramah untuk pelari pemula. Dengan harga sekitar Rp1.800.000, sepatu ini memiliki bantalan Dreamstrike+ yang memberi sensasi empuk dan ringan di setiap langkah.
5. Adidas Adizero Boston 12
Dikenal dengan fleksibilitas dan kecepatan, sepatu ini cocok untuk latihan tempo maupun lari jarak menengah. Harganya berkisar Rp2.300.000–Rp2.800.000.
6. Adidas Terrex Agravic Ultra
Jika Anda menyukai trail running, seri Terrex ini layak masuk daftar. Didesain untuk jalur ekstrem, sepatu ini dibanderol sekitar Rp2.500.000 dan dilengkapi pelindung serta traksi ekstra.
7. Adidas 4DFWD 3
Sepatu ini punya tampilan futuristik dengan teknologi cetak 3D pada solnya. Cocok untuk yang ingin tampil beda saat berlari. Harganya bisa mencapai Rp3.200.000–Rp3.600.000.
8. Adidas Runfalcon 3.0
Runfalcon jadi pilihan ekonomis yang tetap nyaman digunakan untuk jogging ringan. Harganya jauh lebih terjangkau, yaitu Rp750.000–Rp950.000, dan bisa Anda temukan di toko resmi.
Baca Juga: Apa Sepatu Lari yang Aman dan Cocok untuk Orang Gemuk? Cek 5 Rekomendasi Dokter Tirta
9. Adidas Duramo Speed
Cocok untuk pelari rekreasional, sepatu ini ringan dan punya desain minimalis. Harganya sekitar Rp1.100.000, sangat bersahabat untuk pemula.
10. Adidas SL20.3
Mengutamakan kecepatan, SL20.3 punya bobot ringan dan stabilitas baik. Harganya ada di kisaran Rp1.500.000–Rp1.800.000.
Ciri-ciri Sepatu Lari Adidas yang Ori
Agar tidak tertipu produk palsu, ada beberapa ciri sepatu Adidas original untuk lari yang bisa Anda perhatikan.
- Kode produk sesuai antara sepatu dan kotaknya
Setiap sepatu Adidas asli memiliki kode artikel (biasanya 6 digit angka dan huruf) yang bisa ditemukan di label lidah sepatu dan harus sama dengan yang tertera di kotaknya. Bila tidak cocok, besar kemungkinan itu produk palsu. - Kualitas jahitan dan lem rapi
Sepatu original memiliki detail jahitan yang simetris, kuat, dan tidak ada benang lepas. Bagian sambungan sol juga dilem dengan presisi tanpa noda atau tempelan berlebih yang kasar. - Logo dan desain tidak buram
Logo Adidas ori selalu tercetak jelas dan tajam di bagian lidah sepatu, insole, dan outsole. Sepatu palsu biasanya punya logo yang samar, bentuk huruf tidak proporsional, atau desain yang sedikit melenceng dari aslinya. - Material terasa premium dan kokoh
Adidas hanya menggunakan bahan berkualitas tinggi seperti Primeknit, Boost foam, atau EVA. Saat disentuh, bahan ini terasa lentur namun kuat, berbeda dengan sepatu palsu yang sering terasa tipis atau kaku. - Dibeli di toko resmi atau mitra terpercaya
Salah satu cara paling aman untuk memastikan keaslian adalah membelinya di toko resmi Adidas, situs e-commerce terpercaya, atau outlet resmi mitra. Hindari membeli dari penjual yang tidak jelas atau harga yang terlalu murah untuk model tertentu.
Review Sepatu Adidas Ultraboost 22
Salah satu ulasan menarik tentang Adidas Ultraboost 22 datang dari kanal YouTube "The Ginger Runner" menyebutkan bahwa sepatu ideal untuk pelari yang mengutamakan kenyamanan.
Sol Boost yang tebal memberikan bantalan luar biasa, terutama saat digunakan di lintasan beton atau aspal.
Meski agak berat untuk pelari profesional, sepatu ini sangat stabil dan mendukung gerakan kaki secara natural.
Ia juga menyoroti upper berbahan Primeknit+ yang membuat sepatu terasa seperti kaus kaki, mengikuti bentuk kaki dan tidak menimbulkan gesekan.
Kekurangannya hanya pada bobot dan ventilasi yang agak kurang untuk daerah tropis. Namun, untuk pemakaian sehari-hari dan long run, Ultraboost 22 dinilai sangat memuaskan.
Jadi, sebelum menentukan pilihan, pastikan Anda sudah tahu kebutuhan lari Anda dan mengenali ciri sepatu Adidas asli.
Dengan begitu, investasi Anda pada sepatu lari Adidas ori akan terasa sepadan, baik dari segi performa maupun ketahanan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Apa Sepatu Lari yang Aman dan Cocok untuk Orang Gemuk? Cek 5 Rekomendasi Dokter Tirta
-
Butuh Sepatu Lari New Balance Asli? Ini 5 Pilihan Termurahnya di Website Resmi
-
5 Sepatu Lari Mantap Versi dr. Tirta untuk Recovery Run, Harga di Bawah Rp500 Ribu
-
Butuh Sepatu Lari Baru? Ini Rekomendasi Merek Lokal Murah di Bawah 500 Ribu, Kualitas Bersaing!
-
Murah Tapi Nggak Murahan, Ini 3 Sepatu Lari Nike Paling Worth It Juli 2025
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Eks Direktur Pelindo Korupsi Pengadaan Kapal Divonis 5 Tahun Penjara
-
Are You Afraid of the Dark? Ketika Ambisi Berubah Jadi Konspirasi Mematikan
-
Sequis Life Dorong Masyarakat Mengevaluasi Kebutuhan Perlindungan
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
-
KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas
-
Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa
-
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa