- Rasa tidak nyaman atau nyeri di perut kanan atas
- Cepat lelah atau merasa lemas tanpa sebab jelas
- Penurunan berat badan tanpa disengaja
- Nafsu makan menurun
- Gangguan pencernaan atau mual
- Kulit dan bagian putih mata menguning (jika sudah parah)
- Perubahan warna kulit seperti kehitaman di area leher atau ketiak (acanthosis nigricans)
- Gatal-gatal pada kulit dan mudah memar
Pada banyak kasus, gejala-gejala ini baru muncul ketika fatty liver sudah berkembang menjadi peradangan atau sirosis, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Penyebab Fatty Liver
Fatty liver terjadi ketika tubuh tidak mampu memproses dan menyimpan lemak dengan efisien, sehingga lemak menumpuk di hati. Penumpukan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor metabolik dan gaya hidup.
Beberapa penyebab umum fatty liver antara lain:
- Kelebihan berat badan atau obesitas, terutama lemak di sekitar perut
- Resistensi insulin yang menyebabkan penumpukan lemak di hati
- Konsumsi gula dan karbohidrat sederhana secara berlebihan, terutama dari minuman manis dan makanan olahan
- Kurangnya aktivitas fisik sehingga metabolisme tubuh menjadi lambat
- Kolesterol dan trigliserida tinggi dalam darah
- Pola makan tinggi lemak jenuh dan rendah serat
- Stres kronis, yang memengaruhi hormon dan metabolisme tubuh
Pada kasus tertentu, fatty liver juga bisa disebabkan oleh pengobatan tertentu, gangguan metabolik genetik, atau kekurangan nutrisi penting seperti kolin.
Kelompok yang Berisiko terkena Fatty Liver
Tidak semua orang berisiko sama terhadap fatty liver. Beberapa kelompok memiliki kecenderungan lebih tinggi terkena penyakit ini karena faktor metabolik maupun gaya hidup.
Faktor risiko utama fatty liver meliputi:
- Obesitas atau kelebihan berat badan, terutama dengan lingkar pinggang besar
- Diabetes tipe 2 atau pradiabetes
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi
- Kolesterol total dan LDL tinggi, serta HDL rendah
- Sindrom metabolik (gabungan dari beberapa faktor di atas)
- Riwayat keluarga dengan penyakit hati atau gangguan metabolik
- Usia di atas 40 tahun, meskipun kini kasus pada usia muda semakin meningkat
- Gaya hidup sedentari, atau kurang gerak
- Pola makan tinggi kalori, gula, dan lemak tidak sehat
- Kebiasaan mengonsumsi alkohol, meski dalam kasus MASLD alkohol bukan penyebab utama
Memahami faktor risiko ini bisa membantu seseorang untuk lebih waspada dan mengambil langkah preventif sejak dini.
Baca Juga: Indra Bekti Terkena Fatty Liver, Turun 12 Kilogram Gara-Gara Diet Ketat
Cara Mencegah Fatty Liver
Fatty liver bisa dicegah dan bahkan dibalikkan jika ditangani sejak awal. Kunci utamanya adalah memperbaiki gaya hidup secara menyeluruh, terutama pola makan dan aktivitas fisik.
Berikut beberapa cara efektif mencegah fatty liver:
- Menurunkan berat badan secara bertahap, idealnya 5–10 persen dari berat awal
- Mengatur pola makan seimbang, tinggi serat, rendah gula, lemak jenuh, dan olahan
- Menghindari konsumsi minuman manis seperti soda, jus kemasan, atau teh kemasan
- Rutin berolahraga, minimal 150 menit per minggu (jalan kaki cepat, bersepeda, berenang, dan sebagainya)
- Mengelola stres dengan baik, karena stres kronis memengaruhi metabolisme tubuh
- Tidur cukup dan berkualitas, setidaknya 7 jam per malam
- Membatasi konsumsi alkohol, meskipun tidak menjadi penyebab utama, tetap bisa memperparah kondisi hati
- Rutin cek kesehatan, terutama jika memiliki faktor risiko seperti diabetes atau kolesterol tinggi
Dengan perubahan gaya hidup yang konsisten, banyak penderita fatty liver yang mengalami perbaikan fungsi hati bahkan tanpa perlu pengobatan obat-obatan khusus.
Kasus Indra Bekti terkena fatty liver menjadi pengingat bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa gejala awal yang jelas. Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup, fatty liver bisa dicegah dan dikendalikan secara efektif.
Berita Terkait
-
Indra Bekti Terkena Fatty Liver, Turun 12 Kilogram Gara-Gara Diet Ketat
-
Indra Bekti Bakal Tinggal di Australia, Ingin Jadi Tukang Cuci Piring
-
Indra Bekti Mualaf? Artis yang Kariernya Redup dan Sempat Digugat Cerai Gegara Beda Keyakinan
-
Cerita Indra Bekti Dijuteki Artis Baru, Hanya Diberi Jempol Saat Menawari Makan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
-
Apakah Sunscreen Bisa Meredakan Jerawat? Simak Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Seberapa Penting Asuransi Perjalanan di Era Serba Mobile? Ini Penjelasannya
-
Serum Apa yang Bisa Mengurangi Garis Halus? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 50-an
-
Kulit Kombinasi Cocok Pakai Cushion Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Rapi dan Tak Luntur
-
Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos
-
Apa Itu Musinnah? Syarat Hewan Kurban yang Wajib Diketahui Umat Muslim
-
5 Rekomendasi Parfum Mykonos untuk Anak Sekolah, Segar Seharian Anti Bau Matahari
-
12 Promo Skincare Indomaret, Diskon Besar Harga Mulai Rp6 Ribuan
-
Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart