Lifestyle / Komunitas
Rabu, 06 Agustus 2025 | 14:15 WIB
Ilustrasi Mitos dan Fakta Kemerdekaan Indonesia. (Freepic)

Uniknya lagi, katrol untuk mengibarkan bendera pusaka, ternyata dibuat menggunakan gelas bekas sahur Moh.Hatta.

2. Naskah asli proklamasi berada di tempat sampah

Naskah asli yang ditulis tangan oleh Soekarno dan didikte Moh.Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki maupun disimpan oleh pemerintah. Melainkan berada di tangan wartawan BM Diah.

BM Diah menemukan draft proklamasi di dalam keranjang sampah yang terletak di rumah Laksamana Maeda, pada 17 Agustus 1945, dini hari waktu setempat.

Setelah draft tersebut selesai diketik oleh Sayuti Melik, BM Diah menyerahkan pada Presiden Soeharto, tepatnya tanggal 29 Mei 1992. Sehingga selama 46 tahun, naskah asli yang ditemukan di keranjang sampah, disimpan baik oleh BM Diah.

4. Soekarno sempat sakit saat proklamirkan kemerdekaan

Dua jam sebelum membacakan teks proklamasi, Soekarno sempat tidur sejenak, karena terkena sakit gejala Malaria Tertiana. Setelah mendapat penanganan dari dokter pribadinya, akhirnya tepat Pukul 10.00 wib, Soekarno bisa membacakan proklamasi bersama Moh.Hatta dari serambi rumah.

5. Proklamator sesungguhnya bukan hanya Soekarno dan Hatta

Saat penyusunan teks proklamasi, yang hadir bukan hanya Soekarno dan Hatta saja. Melainkan, ada tokoh penting lainnya seperti Achmad Soebardjo, Sajuti Melik, Soekarni.

Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Motivasi Pengobar Jiwa Patriotisme di Momen Kemerdekaan

Bung Hatta sempat mengusulkan, supaya semua yang hadir saat rapat ikut serta menandatangani teks proklamasi. Namun, niat baik tersebut ditolak oleh Soekarni. Moh.Hatta menyayangkan penolakan tersebut, padahal kalau setuju, nama mereka semua tercantum dalam naskah proklamasi.

6. Negatif film foto kemerdekaan ditanam di bawah pohon

Fotografer yang mengabadikan kesakralan upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, sempat didatangi tentara Jepang. Mereka ingin merampas negatif film saat perayaan tersebut. Untungnya, fotografer itu sudah lebih dulu mengamankan, dengan cara menanam negatif film di bawah pohon yang berada dalam halaman kantor Harian Asia Raja.

Saat tentara Jepang mendatanginya, fotografer tersebut menjawab kalau negatif film sudah diberikan pada Barisan Pelopor.

Ada dua jenis naskah proklamasi

Naskah proklamasi sebenarnya ada dua, yaitu versi ditulis tangan (klad) dan versi diketik Sayuti Melik (otentik). Naskah hasil ketikan sudah mengalami beberapa perubahan, seperti perubahan penggunaan huruf kapital pada kata Proklamasi, hal-hal, tempo, penulisan tanggal bulan tahun dan Wakil Bangsa Indonesia menjadi Atas Nama Bangsa Indonesia.

Alasan Memilih Tanggal 17 Agustus untuk Proklamasi Kemerdekaan RI

Pemilihan tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Indonesia, ternyata banyak pihak berpendapat bahwa pilihan tersebut mengandung mistik.

Usut punya usut, Soekarno meyakini bahwa tanggal tersebut mempunyai harapan besar.

Tanggal 17 Agustus 1945 dinilai memiliki angka yang bermakna suci. Karena saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, sedang menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, angka 17 berkaitan dengan tanggal diturunkannya Al-Qur’an, jumlah rakaat sholat dalam sehari. Sehingga kesucian angka tersebut benar-benar terasa murni, bukan buatan manusia.

Selanjutnya, saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, bertepatan dengan Jumat legi. Yang mana memiliki makna mendalam, yaitu jumat berbahagia dan jumat suci.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More