Suara.com - Publik dikejutkan dengan kabar perceraian Acha Septriasa dengan Vicky Kharisma. Keduanya diam-diam telah resmi berpisah sejak Mei 2025 kemarin.
Awalnya publik tidak tahu perihal Acha Septriasa cerai. Kabar ini mulai tercium publik karena tagar "co-parenting" yang ditulis sang artis dalam unggahan Instagram hari Rabu (6/8/2025).
"Love you Brie! #newLife #newhome #newday #coparenting #MommiesDuty #parentsdutyneverends," bunyi caption Acha Septriasa, dilansir pada Kamis (7/8/2025).
Sontak banyak netizen yang menyoroti istilah "co-parenting" dalam unggahan tersebut. Sebab istilah ini biasanya digunakan oleh orang tua yang telah bercerai.
Lantas, apa sebenarnya arti co-parenting? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, merangkum dari Verrywell Mind.
Apa Itu Co-parenting?
Melansir Verrywell Mind, coparenting atau pengasuhan bersama adalah pengaturan di mana kedua orang tua bekerja sama dan berbagi tanggung jawab membesarkan anak mereka meskipun sudah berpisah.
Psikolog klinis sekaligus profesor Yeshiva University, Sabrina Romanoff, PsyD., mengatakan bahwa anak seringkali menghadapi perubahan dalam keluarga mereka setelah orang tua bercerai. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan co-parenting.
Co-parenting yang baik akan membantu meningkatkan perkembangan jangka panjang anak. Lalu, bagaimana ciri-ciri co-parenting yang baik? Ulasannya ada dalam poin berikutnya.
Ciri-Ciri Co-parenting yang Baik
Co-parenting yang baik dan sehat melibatkan penyusunan rencana serta penyelarasan dengan orang tua bersama anak dalam hal-hal seperti:
Baca Juga: Acha Septriasa Diisukan Cerai, Ini Perjalanan Kisah Cintanya dengan Vicky Kharisma
- Jadwal kunjungan: Orang tua perlu menyusun jadwal kunjungan yang memastikan kedua orang tua dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.
- Rutinitas harian: Untuk menjaga konsistensi antar rumah tangga, akan bermanfaat bagi orang tua untuk mendiskusikan nutrisi anak, kegiatan ekstrakurikuler, waktu tidur, waktu bangun, dan waktu menonton layar, di antara hal-hal lainnya.
- Pendidikan: Ayah dan ibu perlu mencapai kesepakatan bersama terkait lokasi dan metode pendidikan anak. Selain itu, mereka juga harus membagi tanggung jawab seperti membiayai sekolah, menandatangani surat izin, memantau tugas-tugas sekolah, menghadiri rapat dengan guru, serta terlibat dalam aktivitas sekolah lainnya.
- Kebutuhan medis: Penting bagi orang tua untuk menentukan siapa yang akan mendampingi anak ke dokter dan mengoordinasikan persetujuan untuk perawatan medis. Kedua orang tua harus mengetahui masalah medis yang dialami anak dan siap menangani keadaan darurat medis apa pun.
- Keuangan: Orang tua harus mendiskusikan dan mencapai kesepakatan keuangan yang mengutamakan kepentingan terbaik anak. Jika kedua orang tua pernah bercerai, pengadilan dapat mewajibkan salah satu orang tua untuk membayar tunjangan anak.
Tips agar Co-parenting Berjalan Baik
Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda dan mantan pasangan berhasil dalam mengasuh anak setelah berpisah:
- Jaga komunikasi yang teratur: Penting untuk menjaga komunikasi yang teratur dengan anak, rekan orang tua, dan orang tua tiri, kakek-nenek, atau pengasuh lain dalam kehidupan anak.
- Susun rencana pengasuhan bersama: Susun rencana bersama yang mencakup faktor-faktor yang tercantum di atas, seperti jadwal kunjungan, rutinitas harian, pendidikan, keuangan, kebutuhan medis, dll.
- Diskusikan perubahan rencana: Rencana pengasuhan bersama mungkin perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan keadaan orang tua. Hal ini dapat membantu memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.
- Bersikap fleksibel: Mungkin ada kalanya segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, meskipun niatnya baik. Berikan ruang untuk fleksibilitas jika orang tua lainnya terlambat atau tidak dapat menjemput anak, pengasuh anak tidak datang tepat waktu, sekolah pulang lebih awal, atau ada keadaan darurat yang tidak terduga.
- Hargai gaya pengasuhan yang berbeda: Pahami bahwa setiap orang memiliki gaya pengasuhan yang berbeda.
- Jaga interaksi tetap hangat: Mungkin ada saatnya Anda harus bertemu atau berinteraksi dengan mantan pasangan Anda atau orang lain dalam kehidupan mereka. Usahakan agar interaksi tetap hangat dan penuh rasa hormat.
- Manfaatkan waktu bersama anak Anda: Pastikan untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak Anda saat bersam, terutama jika waktu bersama Anda terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable
-
Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang
-
5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi
-
Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus
-
6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda
-
Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta
-
Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026
-
YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah
-
Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?