Suara.com - Perayaan Hari Kemerdekaan nggak selalu harus dirayakan dengan lomba balap karung atau panjat pinang. Tahun ini, ada tren baru yang lagi jadi sorotan: plogging, yaitu lari sambil memungut sampah. Konsep ini memadukan olahraga, kepedulian lingkungan, dan semangat nasionalisme dalam satu langkah sederhana.
Bayangin aja, para peserta lari nggak cuma mengibarkan bendera Merah Putih, tapi juga berhenti sejenak di area monumen bersejarah untuk membersihkan lingkungan sekitar, menanam pohon, bahkan memberikan penghormatan kepada para veteran. Aksinya sederhana, tapi maknanya dalam: merayakan kemerdekaan sambil menjaga warisan bangsa.
Lebih dari sekadar olahraga, plogging jadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tapi juga dirawat—dengan tubuh yang sehat, lingkungan yang bersih, dan rasa hormat kepada sejarah.
Inisiatif inilah yang digelar oleh MS Glow For Men lewat kampanye “Jejak Merdeka”, sebuah gerakan yang memadukan olahraga, kepedulian lingkungan, hingga penghormatan pada sejarah bangsa.
Lari 17 Kilometer Sambil Bersih-Bersih Monumen
Sebanyak 360 pelari ikut ambil bagian, tersebar di delapan kota besar Indonesia. Masing-masing kota diwakili 45 peserta yang berlari sejauh 17 kilometer, angka simbolis yang identik dengan HUT RI.
Rute lari pun tak sembarangan, para peserta diajak melintasi monumen bersejarah, mulai dari Patung Sudirman di Jakarta, Tugu Muda Semarang, Monumen Serangan Umum 11 Maret Yogyakarta, hingga Monumen Bambu Runcing di Pekanbaru.
Di setiap titik, mereka berhenti sejenak untuk membersihkan area sekitar monumen, mengibarkan bendera Merah Putih, menanam pohon, hingga memberikan bantuan bagi penjaga warisan sejarah maupun keluarga veteran. Sebuah pengingat bahwa kemerdekaan bukan cuma dikenang, tapi juga dijaga.
Menurut Gilang Widya Pramana, Founder MS Glow For Men dan J99 Corp, kegiatan ini jadi wujud nyata semangat kemerdekaan.
Baca Juga: Bikin Olahraga Makin Stylish, 7 Sepatu Lari Wanita Super Nyaman dengan Warna Menarik
“Bagi kami, Jejak Merdeka adalah ajakan untuk memaknai kemerdekaan lebih dari sekadar perayaan. Membersihkan monumen, menjaga lingkungan, dan melestarikan sejarah adalah bentuk penghormatan kita pada para pahlawan,” ungkapnya.
Gerakan ini juga terbuka untuk siapa pun, bukan hanya pria. Semua orang diajak ikut merayakan kemerdekaan dengan cara yang lebih bernilai.
Sebagai Brand Ambassador MS Glow For Men sekaligus pelari aktif, Tara Budiman ikut merasakan vibes berbeda.
“Berlari sejauh 17 kilometer untuk merayakan kemerdekaan memberi pengalaman yang sangat berbeda. Ini bukan sekadar olahraga, tapi penghormatan pada perjuangan para pahlawan sekaligus bentuk kepedulian pada bumi,” ujarnya.
Kemerdekaan yang Bermakna
Lewat Jejak Merdeka, MS Glow For Men berharap semakin banyak orang terinspirasi untuk menjaga warisan bangsa, peduli lingkungan, dan menjalani gaya hidup sehat.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya tentang selebrasi, tapi juga aksi nyata yang dimulai dari langkah kecil seperti memungut sampah, hingga merawat monumen bersejarah untuk generasi mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik