Suara.com - Streetwear selalu punya cara unik untuk berbicara tentang identitas. Kali ini, New Era merilis koleksi limited edition terbaru bertajuk “Bones”, hasil kolaborasi dengan komunitas pecinta topi terbesar di Indonesia, Indonesia Caps Club (ICC).
Koleksi yang diluncurkan di bulan Kemerdekaan Indonesia ini menjadi bukti bahwa nasionalisme bisa diekspresikan bukan hanya melalui simbol-simbol formal, tapi juga lewat gaya hidup dan fashion.
Nama “Bones” atau tulang dipilih sebagai metafora, fondasi yang menjadi kerangka berdirinya bangsa, sekaligus menjadi dasar semangat komunitas ICC.
Seperti halnya tulang yang menopang tubuh, nilai-nilai kebangsaan menjadi penopang identitas kita sebagai orang Indonesia.
Dua Varian dengan Karakter Berbeda
Koleksi ini hadir dengan siluet ikonik New Era 59FIFTY, fitted cap tanpa strap yang telah eksis sejak 1954 dan jadi salah satu ciri khas New Era di seluruh dunia.
Varian ICC tampil bold dengan warna merah, dihiasi logo Indonesian Caps Club berwarna putih di bagian depan dan tulisan handwritten Indonesia Caps Club pada bagian belakang. Sentuhan hijau terang pada underbrim merepresentasikan kepulauan Indonesia.
Sementara varian +62 menghadirkan desain hitam dengan logo +62 dalam tipografi menyerupai tulang, khas konsep “Bones”. Bagian underbrim merah melambangkan keberanian, semangat, dan energi masyarakat Indonesia.
Keduanya sama-sama menampilkan bordiran “INDONESIA” dengan highlight pada kata ONE, sebuah detail yang menegaskan persatuan dalam keberagaman.
Baca Juga: 5 Film Kemerdekaan Pengobar Semangat, Pilihan Tepat Nobar Malam Tirakatan 17 Agustus
Kolaborasi dengan Sentuhan Lokal
Berbeda dengan kolaborasi instan, koleksi ini benar-benar lahir dari keterlibatan komunitas. Sejak tahap ide hingga desain final, Indonesia Caps Club ikut terlibat langsung.
“Kami menggandeng Indonesia Caps Club mulai dari brainstorming konsep hingga desain topi, agar koleksi ini benar-benar punya sentuhan lokal yang autentik,” ujar Joshua Prakoso Wibowo, Brand Marketing Manager MAP Aktif Adiperkasa.
Bagi ICC, kolaborasi ini menjadi tonggak sejarah. Sebagai komunitas, kolaborasi ini menjadi sebuah legacy. Dari sekadar kesukaan, akhirnya ICC bisa membuat topi sendiri secara orisinil bersama New Era, yang kualitasnya sudah dipercaya di skena streetwear.
"Kami berharap koleksi ini bisa dicintai bukan hanya oleh komunitas, tapi juga masyarakat luas,” ungkap Boyke Vidykrisna Hutama, perwakilan Indonesia Caps Club.
Eksklusif untuk Komunitas dan Publik
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup