Suara.com - Denny Sumargo ikut turun ke jalan dalam aksi demo di depan Gedung DPR RI pada Sabtu (30/8).
Suami Olivia Allan ini juga berorasi untuk menyampaikan keresahan masyarakat Indonesia.
Denny Sumargo meminta para anggota dewan untuk memberikan rakyat kesempatan berbicara.
"Rakyat sekarang tidak baik-baik aja. Kasih kesempatan mereka untuk bicara," ucap Denny Sumargo.
Mantan pebasket ini juga dengan tegas meminta para pejabat berani menemui secara langsung dan mendengarkan keluhan rakyat.
"Temui mereka dengan ksatria, dengarkan mereka karena kalau itu tidak dilakukan, keadaan bisa memburuk dan kita semua yang rugi," tegas Densu.
Lantang berorasi dan meminta para pejabat temui dan dengarkan suara rakyat, seperti apa pendidikan Denny Sumargo?
Tidak banyak informasi tentang latar belakang pendidikan dari Denny Sumargo.
Namun, Denny Sumargo pernah diriwayatkan lulus SMA pada 2000. Setelah itu, Densu hijrah ke Jakarta.
Baca Juga: Denny Sumargo Ikut Demo DPR: Teriakkan Aspirasi dan Peringatkan Soal Persatuan
Densu kemudian mendapatkan beasiswa kuliah dari klub basket Aspac Jakarta dan menekuni kariernya sebagai atlet basket profesional.
Ayah satu anak ini mengakui bahwa langkah ini ditempuh karena ia tidak memiliki biaya untuk kuliah pada waktu itu.
“Tadinya gue pengin kuliah, tapi gue nggak punya perekonomian yang bagus, dan ternyata basket itu sangat membantu banget dengan yang namanya beasiswa,” ungkap Densu di kanal YouTube Augie Fantinus beberapa waktu silam.
Denny Sumargo Singgung Makna Kemerdekaan
Dalam orasinya ketika demo di depan Gedung DPR RI, Denny Sumargo juga menyinggung tentang makna kemerdekaan dan perjuangan bangsa.
Densu menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan milik mereka yang berkuasa, tetapi hasil perjuangan rakyat.
"Negara kita dimerdekakan bukan karena hanya orang pintar, bukan karena hanya fasilitas, tapi karena kita punya orang-orang yang punya hati dan berempati," ucapnya dalam orasi.
Denny Sumargo juga mengingatkan untuk selalu menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis, terlebih sampai merusak fasilitas umum selama demo.
Berita Terkait
-
Emak Hijab Pink, Menulis Sejarah Merah Putih di Hadapan Barikade Aparat
-
Respons Sri Mulyani Pasca Rumahnya Dijarah Massa: Tugas Kita Perbaiki Demokrasi dengan Beradab
-
Keliru Prioritas, Ketika Tunjangan DPR Menjadi Pemicu Masyarakat Marah
-
Tips Mengikuti Demo: Menyuarakan Pendapat Tanpa Mengorbankan Keselamatan
-
Ahmad Sahroni Dinonaktifkan dari DPR, Sebatas Drama atau Teguran Serius?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar