- Primbon Jawa tetap dipakai tentukan hari baik-buruk.
- September 2025 ada tanggal sial yang harus dihindari.
- Ada pula hari mulus yang cocok untuk hajat penting.
Suara.com - Memasuki era digital yang serba cepat, pengambilan keputusan sering kali didasarkan pada data dan logika.
Namun, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, kearifan lokal warisan leluhur seperti Primbon Jawa masih memegang peranan penting, terutama saat merencanakan agenda besar dalam hidup.
Tradisi mencari hari baik untuk melaksanakan pernikahan, memulai bisnis, hingga pindah rumah, merupakan sebuah bentuk ikhtiar batin agar semua rencana berjalan lancar dan terhindar dari rintangan.
Kepercayaan ini bukan hanya tentang takhayul, melainkan cerminan pandangan filosofis masyarakat Jawa bahwa setiap hari memiliki karakter dan energi yang berbeda-beda.
Dalam kebudayaan Jawa, penentuan hari baik dan buruk tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui perhitungan kompleks yang melibatkan siklus Wuku (siklus 30 pekan), pasaran, dan neptu (nilai angka hari dan pasaran).
Perhitungan ini diwariskan turun-temurun melalui kitab-kitab kuno dan masih relevan hingga kini.
Memasuki bulan September 2025, yang dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan bulan Mulud dan Bakda Mulud 1959 Jimawal, para ahli primbon telah memetakan tanggal-tanggal yang energinya dianggap kurang mendukung atau bahkan sial.
Mengetahui tanggal-tanggal ini dianggap sebagai langkah preventif untuk menghindari potensi halangan.
Daftar Tanggal Sial September 2025 yang Perlu Diwaspadai
Baca Juga: 4 Weton dengan Karakter Penuh Vitalitas dan Daya Tarik
Menurut perhitungan Primbon Jawa, terdapat beberapa kategori hari kurang baik yang tersebar di sepanjang September 2025. Tanggal-tanggal ini sangat tidak disarankan untuk menggelar acara penting atau mengambil keputusan besar.
Berikut adalah rincian hari yang harus dihindari:
- Jati Ngarang dan Sangar Sasi: Jatuh pada Selasa Pahing, 2 September 2025. Hari ini dianggap sangat tidak disarankan untuk menggelar acara apapun.
- Hari Kubur: Terjadi pada Rabu Pon, 3 September 2025, dan Sabtu Pon, 13 September 2025. Energinya diyakini kurang mendukung untuk memulai sesuatu yang baru.
- Hariwas (Hari Sial Wuku): Merupakan hari naas dalam siklus wuku yang terjadi cukup sering, yaitu pada Jumat Kliwon (5 September), Kamis Legi (11 September), Rabu Pahing (17 September), Selasa Pon (23 September), dan Senin Wage (29 September).
- Budo Wekasan dan Macean Sasi: Rabu Wage, 24 September 2025, memiliki energi ganda yang kurang baik. Hari ini merupakan hari Rabu terakhir di bulan Mulud sekaligus menjadi hari penutup bulan, sehingga dianggap 'ringkih'.
Meskipun tidak semua kalangan menjadikan Primbon Jawa sebagai satu-satunya pedoman, eksistensi perhitungan ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai budaya tetap hidup dan beradaptasi di tengah masyarakat modern.
Bagi sebagian orang, menghindari tanggal-tanggal tersebut adalah bentuk kehati-hatian dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Di sisi lain, Primbon Jawa juga merinci hari-hari yang dianggap baik dan memiliki energi positif.
Beberapa di antaranya adalah Senin Kliwon, 15 September 2025 yang disebut 'Mulus' dan sangat direkomendasikan untuk akad nikah atau memulai bisnis, serta Jumat Wage, 19 September 2025 yang masuk kategori 'Sangat Mulus' dan ideal untuk segala hajat penting.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi