- Pola hidup sehat sejak anak-anak dan remaja penting untuk mencegah penyakit kronis dan menjaga kesehatan mental hingga usia tua.
- Olahraga teratur, termasuk di lingkungan kerja, terbukti meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan produktivitas sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis.
- Peran keluarga, remaja, dan tenaga kesehatan sangat krusial dalam membangun kebiasaan sehat serta mencegah masalah kesehatan di masa depan.
Suara.com - Kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga hingga usia tua agar dapat menjalani kehidupan berkualitas. Dalam upaya meningkatkan kesehatan, terutama dikalangan remaja dan anak-anak adalah awal untuk tumbuh sehat.
Anak-anak dan remaja merupakan faktor utama dalam keluarga, sehingga pemberdayaan mereka sangat penting.
Program kesehatan berbasis bukti adalah pendekatan multidisiplin yang memprioritaskan praktik diet sehat dan aktivitas fisik yang cukup untuk mencegah perkembangan penyakit kronis tidak menular (PTM).
Aktivitas fisik dapat juga mendukung kesehatan mental, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas secara keseluruhan.
Memberdayakan remaja adalah kunci untuk meningkatkan kesehatan di masa depan. Bukti menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kurang aktif seiring bertambahnya usia.
Warga Saint John ini adalah seorang penyintas kanker usus besar yang berpartisipasi dalam sebuah studi oleh Canadian Cancer Trials Group. Penelitian ini dipimpin oleh sekelompok ahli onkologi Kanada dan dilakukan di enam negara.
Jika Anda ingin hidup sehat dan panjang umur, buatlah daftar tugas atau jadwal olahraga agar lebih teratur. Dengan latihan kekuatan membantu kita tetap semangat, mandiri secara fisik, dan bebas penyakit.
Lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan fisik, mental, dan sosial sangat efektif untuk mencegah penyakit sekaligus meningkatkan produktivitas.
Olahraga di tempat kerja mendukung kesehatan jantung dan metabolisme.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Sepatu yang Nyaman untuk Jogging, Mulai Rp300 Ribuan
Pemberdayaan Remaja
Remaja sekarang susah untuk berolahraga dengan pemberdayaan remaja menjadikan semakin penting dalam konteks kesehatan.
Remaja sering kali mengalami penurunan aktivitas fisik seiring dengan bertambahnya usia, yang dapat berkontribusi pada masalah kesehatan di masa depan.
Sebuah studi dari RACGP mengungkapkan bahwa peran dokter dalam pemberdayaan remaja untuk menjaga kesehatan mereka sangat penting, terutama dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Dokter kesehatan diharapkan dapat berinteraksi dengan remaja untuk membantu mereka menetapkan tujuan kesehatan yang realistis dan mendorong partisipasi dalam aktivitas fisik, menciptakan kebiasaan berolahraga bagi kesehatan yang kuat di masa depan.
Olahraga sebagai Sarana Pencegahan Penyakit
Berita Terkait
-
4 Rekomendasi Sepatu yang Nyaman untuk Jogging, Mulai Rp300 Ribuan
-
6 Rekomendasi Sepatu Lari Pria di Bawah Rp500 Ribu, Tetap Stylish dan Nyaman
-
Taklukkan Trek! 5 Rekomendasi Sepatu Trail Running di Bawah Rp1 Juta dengan Ketahanan Juara
-
5 Rekomendasi Sepatu Untuk Traveling, Empuk dan Nyaman Dipakai Jalan Jauh
-
Lari Makin Asyik! Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lari Wanita Ringan Terbaik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan