- Rumah tangga Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf berada di ujung tanduk.
- Tasya Farasya resmi melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Jumat, 12 September 2025.
- Pernyataan Tasya Farasya memilih suami poligami tapi kaya kembali viral di media sosial.
Suara.com - Rumah tangga Tasya Farasya kini dikabarkan berada di ujung tanduk. Ia resmi melayangkan gugatan cerai terhadap suaminya pada Jumat, 12 September 2025.
Tasya Farasya menggugat cerai Ahmad Assegaf di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Gugatan tersebut didaftarkan melalui layanan Electronic Court (e-Court).
Di tengah isu perceraiannya, sebuah video lama Tasya Farasya kembali viral.
Dalam video itu, ia mengaku lebih memilih suami poligami yang kaya raya dibandingkan suami setia tetapi hidup miskin.
Pernyataan tersebut diungkapkan Tasya Farasya dalam salah konten YouTube-nya yang bertajuk AirPods bersama kembarannya, Tasyi Athasyia.
"Mendingan dipoligami tapi kaya banget suaminya, atau setia sampai mati tapi miskin selamanya?" tanya Tasyi dikutip dari unggahan Instagram @lambegosiip pada Rabu, 17 September 2025.
Putri Alawiyah Alatas atau Ala Alatas itu pun menjawab apabila dirinya lebih memilih suami poligami tapi kaya raya dibanding suami setia namun hidup miskin.
"Sebenarnya kan poligami itu, weh. Maksudnya kan poligami kalau lakinya benar," jawab Tasya.
"Maksudnya kayak lebih milih suami yang poligami gitu lho," lanjut Tasya.
Baca Juga: Siapa Mertua Tasya Farasya? Sosoknya Pernah Tersandung Kasus Hukum
Tampak tak sependapat, Tasyi Athasyia kemudian kembali mengulang pertanyaannya untuk memastikan jawaban Tasya Farasya.
"Lo lebih milih poligami tapi kaya?" tanya Tasyi.
Tasya Farasya lantas menjelaskan bahwa ia pernah mendengar kisah istri-istri yang dipoligami namun tetap akur dan rukun.
"Tunggu, gue pernah lihat beberapa kayak cerita tentang orang-orang yang dipoligami itu kayak seru gitu, istri-istrinya akur," jelas Tasya.
"Kalau 5 tahun atau 3 tahun dari sekarang, dia... Ahmad, jadi udah silakan aja, dia mau mencoba keseruannya," sambar Tasyi mendengar jawaban Tasya.
Dalam kesempatan itu, Tasya Farasya juga menyinggung soal pahala bagi seorang istri yang tabah menghadapi poligami.
"Dan istri yang sabar dalam menghadapi poligami itu jaminannya surga," ucap Tasya.
Namun, Tasyi Athasyia tampak tidak sependapat dengan pilihan Tasya Farasya.
"Lo mau? Eh banyak pintu surga lainnya,”" beber Tasyi.
"Maksud gue itu bisa jadi salah satu pintu surga gue," jelas Tasya.
Potongan video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan mengundang beragam komentar warganet.
"Ucapan adalah doa," kata warganet.
"Kalau sekarang cerai berarti suaminya enggak kaya ya," asumsi warganet.
"Lebih banyak jalur surga lewat pintu yang lainnya daripada dipoligami," ungkap warganet lain.
"Dan kejadian, tapi bukan poligami melainkan," ujar warganet lain.
"Tapi kan bukan masalah poligaminya, tapi masalahnya suami Tasya ini pakai uang Rp23 miliar (menipu) itu sih yang berat," beber warganet lain.
"Masalahnya dia enggak dipoligami juga kayak ngapain mau dipoligami anjir," komentar warganet lainnya lagi.
Tasya Farasya Gugat Cerai Suami
Tasya Farasya resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Ahmad Assegaf di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Jumat, 12 September 2025.
Muncul berbagai isu mengenai penyebab keretakan rumah tangga pasangan yang menikah pada 18 Februari 2018 tersebut, dari perselingkuhan hingga penggelapan.
Meski demikian, tidak diketahui alasan mengapa Tasya Farasya gugat cerai suaminya. Hal ini karena hal tersebut bersifat rahasia dan tidak dapat dipublikasi.
Humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Dede Rika Nurhasanah, membeberkan bahwa isi dari sebuah gugatan bersifat rahasia dan tidak boleh dipublikasi.
"Kalau untuk isi gugatan itu kami tidak bisa menyampaikan. Hanya itu saja yang bisa kami sampaikan. Hanya tentang prosedur sama tahapan persidangan," kata Dede dikutip dari unggahan Instagram @lambe_turah.
Pihak pengadilan juga mengonfirmasi apabila sidang pertama dijadwalkan akan digelar pada 24 September 2025 mendatang.
"Ada perkara yang masuk tergugat ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Inisialnya atas LFT penggugatnya, tergugatnya AS," ujar Dede.
"Daftarnya tanggal 12 September 2025, (permohonan) gugatan cerai, judulnya cerai gugat. Sidang perdananya tanggal 24 September 2025. Jadi masih baru dipanggil untuk sidang pertama," sambungnya.
Lebih lanjut, terkait dengan kabar perceraiannya, Tasya Farasya masih bungkam. Ia memutuskan untuk rehat sejenak dari media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
5 Jenis Pertanggungan BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Karyawan
-
Profil dan Rekam Jejak Michael Bambang Hartono, Bos Djarum Meninggal Dunia
-
7 Parfum Alfamart Tahan Lama Mulai Rp20 Ribuan, Bebas Bau saat Silaturahmi Lebaran
-
Promo THR Lebaran Alfamart Berakhir Hari Ini 19 Maret 2026, Borong Khong Guan dan Marjan Segera
-
Promo Superindo Besar-besaran Jelang Lebaran, Cuma Hari Ini 19 Maret 2026!
-
30 Link Template Kartu Ucapan Idul Fitri 2026 Siap Download
-
6 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Dalam Mobil saat Terjebak Macet Arus Mudik
-
5 Aplikasi Paling Aman untuk Bagi-Bagi THR Massal Lengkap dengan Caranya
-
9 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Tanpa Obat Kantuk saat Mudik Lebaran 2026
-
Khutbah Idul Fitri 2026 Singkat, Menyentuh Hati, dan Relate dengan Generasi Sekarang