- MSG berasal dari glutamat alami yang juga ada di tomat, jamur, dan ASI, aman dikonsumsi sesuai takaran.
- Diproduksi lewat fermentasi tebu, MSG bantu kurangi garam hingga 40% tanpa hilangkan rasa gurih.
- Keamanannya sudah diakui BPOM, WHO, dan FDA, cocok untuk pola makan sehat keluarga.
Suara.com - MSG atau Monosodium Glutamat selama ini sering dipandang dengan penuh curiga. Banyak orang mengaitkannya dengan berbagai mitos negatif, mulai dari sakit kepala hingga dianggap “berbahaya” jika dikonsumsi.
Padahal, fakta ilmiah menunjukkan cerita berbeda: MSG berasal dari bahan alami, sudah dikenali tubuh manusia sejak lahir, dan aman digunakan sesuai takaran.
Glutamat: Asam Amino yang Kita Kenal Sejak Lahir
Menurut Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, nutrisionis, glutamat sejatinya adalah bagian dari zat gizi. Glutamat merupakan salah satu asam amino non-esensial, yaitu asam amino yang bisa dibuat tubuh sendiri sekaligus didapat dari makanan.
“Kalau dengar kata protein, pasti langsung teringat bahwa proteinlah yang bisa membuat kita tumbuh, berkembang, dan cerdas. Protein itu kemudian dibedakan menjadi partikel kecil yang disebut asam amino. Nah, glutamat adalah salah satu asam amino non-esensial, tapi ia juga termasuk zat gizi,” tambahnya.
Glutamat ada di semua jaringan hewan seperti ikan, daging, dan ayam. Ada pula glutamat bebas yang memberi rasa khas pada bahan pangan nabati.
“Coba diingat, kalau makan tomat cherry pasti terasa enak meski tanpa tambahan apa pun. Rasa itu adalah glutamat—yang kita kenal sebagai rasa umami, rasa kelima selain manis, asin, asam, dan pahit. Begitu juga pada jamur, gurih khasnya adalah glutamat,” ujar Rita.
Bahkan, glutamat juga terdapat dalam ASI. “Itu adalah makanan pertama manusia sejak lahir, dan tubuh kita sudah terbiasa mengenalinya. Efek glutamat pada bayi pun positif: menekan bakteri jahat di saluran pencernaan, meningkatkan bakteri baik, serta mendukung keseimbangan sistem tubuh,” tegas Rita.
MSG: Ikatan Dua Zat Gizi
Baca Juga: Lupakan Krim Abal-Abal, Ini 5 Cara Hilangkan Flek Hitam Pakai Bahan Alami di Rumah
MSG kata dia juga hanyalah hasil ikatan antara natrium dan glutamat. Dalam produksi modern, glutamat ini diformulasikan lewat fermentasi bahan alami. Ada glutamat bebas yang diformulasikan melalui fermentasi, salah satunya dari tebu, lalu diikat dengan natrium sehingga terbentuklah MSG.
"Jadi sebenarnya, MSG bukanlah sesuatu yang mengerikan. Ia hanya ikatan dari dua zat gizi. Tubuh kita pun mengenali MSG sebagai bagian dari komponennya, bukan benda asing yang berbahaya,” terang Rita.
Sasa, produsen MSG di Indonesia, menegaskan hal yang sama. “Sasa MSG diproduksi melalui proses fermentasi alami tetesan tebu, serupa dengan cara pembuatan tempe, kecap, dan yogurt. Dari proses ini dihasilkan kristal murni 99% yang aman dan higienis,” jelas Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti.
Mengurangi Garam, Menambah Sehat
Keunggulan lain MSG adalah kandungan natriumnya lebih rendah dibanding garam dapur. “Kandungan natriumnya hanya sepertiga dari garam, sehingga menjadi solusi cerdas untuk mengurangi asupan garam tanpa mengorbankan kelezatan masakan,” kata Albert.
Penelitian pun membuktikan, mengganti sebagian garam dengan MSG dapat menurunkan konsumsi garam hingga 30–40%. Langkah ini berpotensi menjaga kesehatan jantung, ginjal, dan tekanan darah sejak dini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?