- Program kolaboratif membantu UMKM membangun toko online profesional lengkap dengan sistem pembayaran dan logistik terintegrasi.
- Peserta mendapat pelatihan digital dasar, website toko online berbasis Shopify, serta dukungan pengiriman dari TIKI.
- Fasilitas tahap awal diberikan gratis untuk mendorong UMKM bertransformasi ke pasar digital secara berkelanjutan.
Suara.com - Di era digital, memiliki toko online bukan lagi sekadar pilihan bagi pelaku UMKM, melainkan kebutuhan agar tetap bisa bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Sayangnya, banyak pelaku usaha kecil masih terkendala biaya, keterbatasan teknis, hingga kurangnya pengetahuan digital.
Melihat tantangan itu, hadir program kolaboratif yang membantu UMKM membangun toko online profesional dengan sistem terintegrasi dan dukungan pelatihan gratis di tahap awal.
TIKI bersama Shopify dan SSDC berkolaborasi menghadirkan inisiatif untuk mendukung transformasi digital UMKM Indonesia.
Melalui program ini, pelaku usaha akan mendapatkan website toko online berbasis Shopify lengkap dengan integrasi sistem pengiriman TIKI, pembayaran aman, dan analitik bisnis untuk memantau pertumbuhan usaha.
Menurut TIKI, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata semangat mendukung mimpi besar para pelaku UMKM agar produknya bisa dikenal hingga ke pasar global.
Dengan layanan pengiriman yang andal dan sistem digital yang terintegrasi, TIKI ingin menjadi mitra perjalanan UMKM menuju pertumbuhan yang lebih besar.
SSDC sebagai pelaksana program akan membantu peserta menyiapkan fondasi bisnis digital, mulai dari desain website, pelatihan digital dasar, hingga edukasi konten.
"Kami bangga dapat dipercaya TIKI menjadi bagian dari program ini. Pembuatan website bukan hanya soal tampil di dunia maya, tetapi juga tentang membangun fondasi bisnis yang kuat — mulai dari desain yang profesional, integrasi pembayaran yang aman, hingga dukungan logistik yang siap mempercepat pertumbuhan bisnis mereka,” ujar Samuel Sabandar, Direktur SSDC.
Baca Juga: Tak Hanya KPR, BTN Genjot Penyaluran KUR UMKM
Seluruh fasilitas diberikan gratis di tahap awal dengan transparansi penuh terkait biaya operasional setelah masa percobaan berakhir.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian
-
9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Buya Yahya, Lengkap dan Jelas!
-
Apa Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Kena Sanksi Gegara Istri, Berapa Lama Pengabdian 2n+1 Aryo Iwantoro yang Belum Diselesaikan?
-
Belajar dari Dwi Sasetyaningtyas, Bolehkah Alumni LPDP Pindah Kewarganegaraan?
-
Kronologi Lengkap Kasus Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Viral Karena 'Cukup Aku Aja WNI'
-
Cara Membuat Roti Canai yang Lembut dan Berserat, Mudah Dibuat di Rumah!
-
20 Link Gambar Ramadan Gratis yang Bisa Di-Download untuk Konten dan Desain
-
Iftar di Hotel, Tradisi Berbuka yang Kini Jadi Gaya Hidup Ramadan