Suara.com - Nama Meyden, atau yang lebih dikenal publik sebagai Meyden "Bocah Kosong”, tengah ramai diperbincangkan setelah kabar pernikahannya terungkap.
Siapa sangka, kreator konten yang terkenal lewat dunia game ini ternyata sudah resmi menikah sejak Agustus 2025.
Kabar tersebut mengejutkan banyak penggemar karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa Meyden akan segera melepas masa lajang. Setelah beberapa bulan dirahasiakan, momen bahagianya akhirnya diketahui publik lewat unggahan yang tersebar di media sosial.
Sontak, banyak warganet penasaran dengan kehidupan pribadi Meyden, mulai dari latar belakang, keyakinan agama, hingga bagaimana perjalanan cintanya bersama sang suami, Hengky Gunawan atau yang lebih dikenal dengan nama Kyy.
Terlebih, muncul kabar bahwa sang suami memilih untuk berpindah agama agar dapat menikah sesuai keyakinan yang dianut Meyden.
Banyak juga warganet yang penasaran dengan sosok Meyden sebenarnya. Lalu, seperti apa profil dan agama Meyden? Simak inilah selengkapnya.
Meyden memiliki nama asli Melinda Rohita. Ia dikenal luas di komunitas gamer Indonesia sebagai sosok perempuan yang aktif di dunia esports.
Namanya semakin dikenal setelah bergabung dengan tim Bigetron ERA atau BTR di mana ia berperan penting sebagai pemain support.
Di luar dunia gamer, Meyden juga aktif membuat konten di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram, dengan gaya bicara yang spontan dan apa adanya. Ia diketahui lahir di Jambi, 29 Juni 2000.
Baca Juga: Suami Meyden Kerja Apa? Hengky Gunawan Punya Karier Cemerlang
Julukan “Bocah Kosong” muncul dari personal branding yang ia tampilkan di media sosial, yang kerap menghibur pengikutnya dengan candaan ringan namun cerdas. Kepopulerannya membuat Meyden memiliki basis penggemar besar di kalangan anak muda dan pecinta game.
Sosok pria yang berhasil merebut hati Meyden adalah Hengky, atau dikenal sebagai Kyy, salah satu pemain profesional Mobile Legends.
Keduanya sudah lama menjalin hubungan sebelum akhirnya memutuskan menikah pada 3 Agustus 2025 di Jambi.
Acara akad dilaksanakan secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat dekat. Sebelumnya, Hengky diketahui sudah lima tahun menjalin hubungan beda agama dengan Meyden.
Meyden sendiri diketahui menganut agama Islam sejak lahir.
Banyak warganet yang menyebutkan bahwa Hengky memutuskan untuk menjadi mualaf agar pernikahan mereka bisa berlangsung sesuai agama yang dianut Meyden.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
CLIK Kenalkan Skor Prediktif, Bank Kini Bisa Deteksi Calon Peminjam 3 Bulan Lebih Awal
-
Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?
-
Pre Order Samsung Galaxy Z Fold 8 di Blibli Tanggal 22 Juli hingga 13 Agustus, Cek Promo & Harganya!
-
Samsung Galaxy Watch Ultra2 vs Galaxy Watch9: Mana Smartwatch AI yang Paling Layak Anda Miliki?
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 24 Juli 2026, Semesta Berpihak ke Kamu
-
Misi Menyelamatkan Dunia di Balik Sikap Jutek Cranky, Crabby Crow
-
Ulasan Novel Playing Victim, Skenario Palsu yang Berujung Pertaruhan Nyawa
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal
-
Apa Kelebihan Sunscreen Spray Dibandingkan dengan Sunscreen Krim? Ini 4 Alasannya
-
Prabowo Siap Laksanakan 3 Rekomendasi Ijtima Ulama, dari Meritokrasi sampai NU