- Nandio lewat “Lego” dan DSGN Sofie dengan “Algorirebel” menutup anniversary Lippo Mall Kemang dengan dua tema berbeda: imajinasi anak dan perlawanan digital.
- “Lego” menonjolkan warna dan keceriaan, sementara “Algorirebel” mengajak menjaga jati diri di era algoritma.
- Dua koleksi ini menyatukan pesan sama: kebebasan berekspresi dan kekuatan identitas di tengah perubahan zaman.
Suara.com - Menutup perayaan anniversary ke-13 Lippo Mall Kemang, panggung Journey in Elysium Fashion Run menghadirkan dua desainer muda dengan karya yang kontras namun berpadu indah dalam satu benang merah: imajinasi dan identitas.
Melalui koleksi “Lego” karya Nandio dan “Algorirebel” karya DSGN Sofie, dua dunia berbeda—dunia anak yang penuh warna dan dunia urban yang reflektif—dipertemukan dalam perayaan kreativitas tanpa batas.
Pertunjukan dibuka dengan penampilan penyanyi cilik Evolette Alexandra, membawakan lagu A Brand New Day yang mengiringi parade busana anak rancangan Nandio.
Koleksi “Lego” menampilkan 14 busana anak dengan material kulit sintetis, lateks, hingga elemen lego sungguhan, disusun dalam komposisi warna yang cerah dan dinamis. Seperti halnya permainan Lego, setiap potongan busana menjadi simbol kebebasan membangun dan berkreasi.
“Melalui tema Lego, saya ingin menghadirkan semangat bermain dan berimajinasi ke dalam dunia fashion anak,” ujar Nandio, desainer muda di balik koleksi tersebut.
“Setiap warna dan bentuk dalam koleksi ini merepresentasikan keceriaan, kebebasan berekspresi, dan kreativitas tanpa batas, seperti bagaimana anak-anak membangun dunia mereka sendiri dengan kepingan Lego,” tambah dia.
Dengan rancangan yang ceria dan berkarakter, koleksi ini menjadi refleksi dari dunia anak-anak yang penuh energi dan spontanitas.
“Saya berharap koleksi ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan bahwa fashion bagi anak-anak seharusnya menjadi ruang yang menyenangkan, dinamis, dan penuh warna,” tambahnya.
Selepas sorotan warna-warni dunia anak, suasana berubah ketika DSGN Sofie menutup malam dengan koleksi bertajuk “Algorirebel (Melawan Kendali Digital)”.
Baca Juga: Dari Gym ke Hangout, Astec x Disney Hadirkan Fashion Aktif yang Fun dan Fungsional
Jika Nandio mengajak penonton kembali ke masa kecil yang bebas, Sofie mengajak mereka merenungi masa kini — dunia yang kian dikuasai algoritma dan digitalisasi.
Melalui 30 tampilan streetwear modern, Sofie mengekspresikan perlawanan terhadap dominasi teknologi yang sering menekan kreativitas dan keaslian diri manusia. Siluet longgar, jaket oversized, dan celana kargo berpadu dengan motif kotak dan lurik, menciptakan harmoni antara struktur dan kelembutan.
“Algorirebel lahir dari kegelisahan akan dominasi kendali digital yang mengancam semangat imajinasi dan jati diri manusia. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap sistem yang seolah memaksa kita kehilangan esensi diri,” jelas Sofie.
Bagi Sofie, mode bukan sekadar tampilan, melainkan ekspresi tentang eksistensi di tengah derasnya arus algoritmik. “Saya ingin mengingatkan bahwa di era serba digital, kreativitas dan orisinalitas manusia harus tetap menyala,” ujarnya.
Keunikan lain dari koleksi Sofie terletak pada pendekatan genderless fashion, membuka ruang ekspresi tanpa batasan konvensional. Hal ini memperkuat pesan bahwa identitas adalah sesuatu yang cair dan bebas, sama seperti imajinasi yang tak bisa dikekang.
Dua desainer, dua pendekatan, namun satu benang merah: keduanya sama-sama merayakan kebebasan manusia untuk berimajinasi dan menegaskan identitasnya.
“Lego” menandai awal — dunia polos dan penuh kemungkinan, sementara “Algorirebel” menjadi refleksi — upaya mempertahankan diri di tengah sistem yang seragam.
Perayaan mode di Lippo Mall Kemang ini pun menjadi lebih dari sekadar pertunjukan — ia berubah menjadi dialog visual antara dua generasi kreativitas: masa kanak-kanak yang membangun, dan kedewasaan yang mempertahankan jati diri.
Dua dunia yang berbeda, namun saling melengkapi dalam perjalanan panjang menuju keseimbangan antara imajinasi dan identitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru BI di Jawa Tengah untuk Lebaran 2026
-
Mark, Badut di Sirkus Kooza yang Bikin Ketawa Sekeluarga Lewat Humor Hangatnya
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Inspiratif, Kisah Suli dan Komunitas TWS Gagas Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di NTT
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan Kuota Terbanyak, Aman Buat War Tiket!
-
Kampung Ramadan Wedomartani, DRW Skincare Hadirkan Berbagi dan Pemberdayaan UMKM
-
6 Sepatu Sandal Unisex Paling Nyaman dan Stylish untuk Acara Ramadan
-
Jadwal Pengisi Ceramah Tarawih di Masjid Kampus UGM, Akhir Pekan Ada Menkeu Purbaya
-
THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan