Paparan jangka panjang pada ibu hamil bisa berdampak pada perkembangan hormon janin, meningkatkan risiko gangguan reproduksi di masa depan. Beberapa studi juga mengaitkan paparan paraben dengan kelahiran prematur serta gangguan berat badan lahir bayi.
Bahan paraben ini biasanya ditemukan di produk lotion, sampo, sabun, deodorant, krim wajah, dan produk make-up cair.
Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk menggunakan produk dengan label paraben-free atau yang menggunakan pengawet alami seperti phenoxyethanol atau ethylhexylglycerin.
3. Phthalates
Phthalates adalah bahan kimia yang berfungsi membuat produk menjadi lebih lentur, lembut, dan tahan lama. Dalam dunia kosmetik, bahan ini juga membantu aroma parfum lebih awet.
Phthalates tergolong bahan kimia yang sangat berisiko karena dapat menembus kulit dan masuk ke dalam aliran darah.
Penelitian menunjukkan bahwa paparan phthalates selama kehamilan berhubungan dengan gangguan perkembangan sistem reproduksi janin laki-laki, serta penurunan IQ anak pada usia sekolah.
Selain itu, zat ini juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan meningkatkan risiko alergi pada bayi.
Phthalates ini biasanya terkandung di dalam produk parfum, body lotion beraroma, cat kuku, hair spray, dan produk make-up beraroma kuat.
Baca Juga: Siapa Owner Produk Viva Cosmetics? Skincare Lokal Terlaris Saat Ini
Sebagai alternatif aman, ibu hamil disarankan untuk menggunakan produk fragrance-free atau dengan aroma alami dari minyak esensial murni, bukan bahan sintetis.
4. Salicylic Acid
Salicylic acid adalah turunan dari asam beta-hidroksi (BHA) yang dikenal efektif untuk mengatasi jerawat, mengeksfoliasi kulit, dan membersihkan pori-pori.
Penggunaan salicylic acid dalam dosis tinggi, terutama dalam bentuk peeling kimia atau obat oral dapat menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskular janin dan meningkatkan risiko kelainan lahir.
Meskipun penggunaan topikal dalam kadar rendah di bawah 2% umumnya dianggap relatif aman, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memakainya.
Salicylic acid ini biasanya ditemukan di produk cleanser anti-jerawat, toner, serum eksfoliasi, dan krim penghilang komedo.
Untuk itu, kamu bisa menggunakan bahan alami seperti asam laktat atau lactic acid atau asam glikolat atau glycolic acid dengan konsentrasi rendah, yang lebih lembut untuk kulit ibu hamil.
5. Retinoids (Turunan Vitamin A)
Retinoids, termasuk retinol, tretinoin, adapalene, dan isotretinoin merupakan bahan aktif populer dalam skincare anti-aging dan perawatan jerawat. Zat ini membantu mempercepat regenerasi sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen.
Retinoids adalah salah satu bahan paling berbahaya untuk ibu hamil. Penggunaannya, terutama dalam bentuk oral seperti isotretinoin terbukti menyebabkan cacat lahir berat pada janin, termasuk kelainan jantung, otak, dan wajah. Bahkan penggunaan topikal dengan dosis rendah tetap tidak disarankan karena risiko penyerapan melalui kulit.
Retinoids dan turunannya ini biasanya sering menjadi salah satu kandungan di krim anti-aging, serum malam, obat jerawat dokter, dan produk pencerah kulit.
Sebagai penggantinya, ibu hamil bisa menggunakan bahan pengganti seperti bakuchiol, senyawa alami dari tanaman yang memiliki efek mirip retinol namun aman untuk ibu hamil.
Menjadi ibu hamil tidak berarti harus berhenti merawat diri. Kuncinya adalah memilih produk dengan lebih bijak dan membaca label dengan teliti. Hindari bahan-bahan berisiko seperti Oxybenzone, Paraben, Phthalates, Salicylic Acid dosis tinggi, dan Retinoids.
Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau dokter kulit sebelum mencoba produk baru. Dengan demikian, ibu tetap bisa tampil cantik dan percaya diri, tanpa mengorbankan kesehatan buah hati di dalam kandungan.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Siapa Owner Produk Viva Cosmetics? Skincare Lokal Terlaris Saat Ini
-
7 Facial Wash Mengandung Niacinamide dan Salicylic Acid untuk Kulit Cerah Bebas Jerawat
-
4 Serum Lokal dengan PDRN dari DNA Salmon, Bikin Wajah Mulus dan Awet Muda!
-
4 Marine Cream yang Kaya Mineral Alami, Beri Efek Plumpy dan Cerah di Kulit
-
8 Alasan Ilmiah Kenapa Tidur Cukup adalah Skincare Anti-Aging Terbaik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan