- The Sin Nio merupakan perempuan keturunan Tionghoa asal Wonosobo.
- Ia turut menorehkan sejarah pada masa revolusi 1945.
- The Sin Nio mengubah identitas menjadi laki-laki agar bisa berada di garis depan melawan Belanda.
Suara.com - Hari Pahlawan sering identik dengan nama-nama besar pahlawan yang diabadikan dalam sejarah. Namun, di balik itu, ada pejuang lain yang jasanya nyaris terlupakan, termasuk The Sin Nio.
The Sin Nio merupakan perempuan keturunan Tionghoa asal Wonosobo yang turut menorehkan sejarah pada masa revolusi 1945, tetapi nasibnya di hari tua jauh dari pengakuan.
Perjuangan di Medan Tempur
The Sin Nio menjadi satu-satunya perempuan di Kompi 1 Batalyon 4 Resimen 18 yang dipimpin Sukarno.
Demi bisa bertempur, ia bahkan rela menyamar sebagai laki-laki, memotong rambut, mengenakan pakaian prajurit, dan mengganti namanya menjadi Mochamad Moeksin.
Dengan identitas baru itu, ia bisa berada di garis depan melawan Belanda dengan senjata sederhana seperti golok, tombak, dan bambu runcing.
Selain bertempur, The Sin Nio juga bertugas di bagian medis, merawat prajurit yang terluka, serta membantu logistik dengan menyiapkan makanan bagi pejuang lain.
Ia bahkan pernah merampas senjata api Lee-Enfield dari pasukan Belanda. Ini menunjukkan keberanian yang luar biasa di medan perang untuk.
Perjuangan Tanpa Pengakuan
Meski berani dan cemerlang di medan perang, pengakuan atas jasanya berjalan lambat. Setelah revolusi usai, upaya The Sin Nio untuk memperoleh status veteran tidak mudah.
Ia sempat tinggal seorang diri di rumah liar dekat Stasiun Kereta Api Juanda dan menumpang di masjid daerah Petojo, Jakarta, demi memperjuangkan haknya.
Baca Juga: Kenapa 10 November Dipilih Jadi Hari Pahlawan? Ketahui Peristiwa Heroik dan Berdarah di Baliknya
Baru pada 1981, Mahkamah Militer Yogyakarta mengeluarkan surat pengakuan bahwa The Sin Nio aktif sebagai pejuang kemerdekaan.
Namun, pengakuan ini tidak disertai hak pensiun yang layak. Uang pensiun baru cair beberapa tahun kemudian, dan sebagian disalurkan ke keluarga.
Janji pemerintah mengenai tunjangan perumahan pun tak sempat terealisasi sebelum ia meninggal pada 1985.
Kehidupan Pribadi yang Sederhana
The Sin Nio memilih hidup sendiri di Jakarta, menolak tinggal bersama anak-anaknya, dan hanya sesekali mengunjungi keponakan.
Kerabat mengenang sosoknya sebagai perempuan pemberani, penyayang, dan bijak.
Keberaniannya pun membuat salah satu keturunan, membandingkannya dengan tokoh Mulan, perempuan yang rela berperang demi bangsanya.
Setelah meninggal, The Sin Nio dimakamkan di Pemakaman Layur Rawamangun. Kerabat mengaku kesulitan melacak makamnya karena aturan pembayaran perawatan dan sebagian keturunan yang telah meninggal.
Tantangan Sebagai Pejuang Keturunan Tionghoa
Kesulitan memperoleh pengakuan sebagian besar diyakini karena statusnya sebagai peranakan Tionghoa. Padahal, ia sama beraninya dengan pejuang lain yang rela mengorbankan nyawa untuk kemerdekaan.
Pada November 2022, Komnas Perempuan sempat mendorong pengakuan The Sin Nio sebagai pahlawan nasional dengan menekankan bahwa kepahlawanan bukan hanya milik laki-laki, tapi peran perempuan sebagai pelopor perubahan juga patut diabadikan.
Berita Terkait
-
Kenapa 10 November Dipilih Jadi Hari Pahlawan? Ketahui Peristiwa Heroik dan Berdarah di Baliknya
-
20 Twibbon Hari Pahlawan 2025 Gratis: Pasang Sekarang, Semarakkan di Medsos!
-
Anak Sekolah Pakai Baju Apa di Hari Pahlawan? Ini 10 Ide Kostum yang Simpel dan Gak Gerah
-
Kumpulan Kata-Kata Pahlawan Nasional yang Inspiratif, Pas untuk Caption di Media Sosial
-
Link Resmi Download Logo Hari Pahlawan 2025 Lengkap: PNG, AI, CDR, dan SVG
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman