- Memeluk pohon membantu menenangkan pikiran, menurunkan stres, dan meningkatkan hormon kebahagiaan secara alami.
- Berawal dari Gerakan Chipko di India, memeluk pohon kini dikenal sebagai cara memperkuat koneksi manusia dengan alam.
- Selain menyehatkan tubuh dan pikiran, memeluk pohon mengingatkan kita untuk lebih menghargai alam.
Louv menulis bahwa anak-anak dan orang dewasa modern semakin jarang berinteraksi dengan alam, sehingga rentan mengalami stres, kecemasan, hingga gangguan suasana hati.
Dengan kata lain, semakin kita dekat dengan alam, semakin baik pula kondisi mental kita. Dan memeluk pohon menjadi salah satu cara paling langsung untuk kembali merasakan hubungan itu.
Manfaat Fisik dan Emosional dari Memeluk Pohon
Memeluk pohon bisa memberikan efek yang mirip dengan memeluk sesama manusia. Saat tubuh kita bersentuhan dengan batang pohon, sistem saraf mulai menenangkan diri.
Penelitian menunjukkan bahwa tindakan sederhana ini dapat meningkatkan kadar oksitosin, hormon yang berhubungan dengan perasaan kasih sayang, kepercayaan, dan kesejahteraan.
Psikolog klinis Dr. Stone Kraushaar, yang dikenal sebagai The Hug Doctor, bahkan menyarankan untuk berpelukan, baik dengan orang lain atau pohon selama setidaknya 21 detik agar manfaat oksitosin terasa maksimal.
Selain oksitosin, memeluk pohon juga dapat menurunkan kadar kortisol, hormon yang dilepaskan tubuh saat stres. Penurunan kortisol membuat tekanan darah dan detak jantung ikut menurun, sehingga tubuh menjadi lebih rileks.
Dr. David Scholey dari University of Surrey mencatat bahwa paparan alam terbukti menurunkan tekanan darah bahkan setelah memperhitungkan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan kebiasaan hidup.
Efek Ilmiah: Terpene dan Fitoncides
Baca Juga: Bahagia demi Like: Drama Sunyi Remaja di Balik Layar Ponsel
Selain efek emosional, ada pula manfaat biologis yang nyata dari memeluk pohon. Kulit pohon mengandung terpena dan fitoncides, senyawa alami yang juga ditemukan dalam minyak esensial seperti pinus, cemara, atau lavender.
Ketika kita dekat dengan pohon, terutama saat memeluknya, kita menghirup molekul-molekul ini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan terpena dapat:
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
- Memiliki efek anti-inflamasi,
- Menurunkan stres dan kecemasan,
- Meningkatkan suasana hati.
Dengan kata lain, ketika Anda memeluk pohon, Anda bukan hanya mendapatkan kenyamanan emosional, tapi juga manfaat kimiawi alami yang membantu tubuh menjadi lebih sehat.
Mengapa Kita Sebaiknya Mencoba Memeluk Pohon
Memeluk pohon bukan kegiatan rumit. Tidak perlu alat, biaya, atau keahlian khusus. Anda hanya perlu mencari pohon yang terasa nyaman, berdiri dekat, dan biarkan diri Anda bersandar atau memeluk batangnya selama beberapa saat.
Banyak orang melaporkan perasaan damai, bahagia, bahkan terharu setelah melakukannya. Ini bukan hal mistis, melainkan hasil nyata dari tubuh yang akhirnya kembali selaras dengan lingkungan alaminya.
Selain manfaat pribadi, memeluk pohon juga mengingatkan kita akan rasa syukur dan keterhubungan. Pohon adalah simbol kesabaran dan keteguhan; mereka tumbuh perlahan, menopang kehidupan di sekitarnya tanpa pamrih.
Saat kita memeluk mereka, kita juga belajar tentang ketenangan, keseimbangan, dan empati terhadap bumi yang menjadi rumah bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
5 Tips Menata Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Mengalir Lancar
-
Lipstik Pink yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Cocok untuk Kulit Sawo Matang
-
4 Contoh Sepatu Skechers Berbahan Kulit Babi, Konsumen Muslim Wajib Cek Deskripsi Produk
-
Krim Kelly untuk Usia Berapa Sebenarnya? Intip Kandungan Skincare Legendaris Ini
-
4 Basic Skincare Wardah untuk Meredakan Kemerahan dan Jerawat, Lengkap dengan Review Pembeli
-
4 Pompa Air Tidak Berisik dan Hemat Listrik, Cocok untuk Penghuni Perumahan
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban
-
5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural
-
Mimpi Resign dari Pekerjaan, Pertanda Baik atau Buruk? Ini Penjelasannya
-
5 Cairan Pembersih Kerak Lantai Kamar Mandi, Toilet Jadi Kinclong seperti Baru