-
Hari Ayah 12 November adalah peringatan khusus Indonesia.
-
Hari Ayah Juni berakar dari tradisi internasional.
-
Keduanya sama-sama bertujuan mengapresiasi sosok ayah.
Hari Ayah Internasional (Juni) cenderung berfokus pada gaya perayaan sederhana dan komersial, seperti pemberian hadiah, kartu ucapan, atau outing bersama keluarga. Di negara Barat, peringatan ini identik dengan suasana liburan musim panas.
Sementara itu, Hari Ayah Indonesia (12 November) lebih menekankan nilai emosional dan budaya kekeluargaan.
Kegiatan seperti menulis surat untuk ayah, membuat video apresiasi, hingga kegiatan sekolah kerap menjadi bagian dari perayaannya. Nilai yang diangkat lebih “hangat” dan mengedepankan kedekatan keluarga.
Perlu diketahui bahwa baik Hari Ayah 12 November maupun Hari Ayah internasional tidak masuk daftar Hari Libur Nasional di Indonesia.
Keduanya bersifat peringatan budaya atau apresiasi keluarga. Artinya, masyarakat bebas memilih ingin merayakan salah satu atau bahkan keduanya sesuai preferensi dan tradisi keluarga masing-masing.
Jadi, Mana yang Lebih Benar?
Tidak ada yang lebih “benar” atau “salah” dalam memilih tanggal peringatan. Keduanya sama-sama memiliki nilai penting untuk mengingat jasa dan pengorbanan seorang ayah.
Untuk masyarakat Indonesia, merayakan Hari Ayah pada 12 November bisa dianggap sebagai bentuk identitas budaya lokal. Sementara memperingati pada bulan Juni bisa menjadi bagian dari tradisi keluarga global yang sudah lebih populer secara internasional.
Baca Juga: 25 Ucapan Hari Ayah Nasional 2025 yang Simpel dan Penuh Makna
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen