Suara.com - Celana kompresi (compression tight) telah menjadi item wajib bagi pelari dan atlet. Secara singkat, fungsi utama celana ini adalah memberikan tekanan yang stabil pada otot, yang secara signifikan meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi getaran otot saat berolahraga.
Peningkatan sirkulasi ini membantu mengangkut oksigen ke otot lebih efisien, sekaligus mempercepat pembuangan asam laktat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja, mengurangi kelelahan, dan mempercepat proses pemulihan pasca-latihan.
Kabar baiknya, kini banyak merek lokal Indonesia yang menawarkan celana kompresi berkualitas tinggi yang siap bersaing dengan merek global.
Yuk simak rekomendasi celana lari compression lokal berikut ini.
1. Tiento
Tiento adalah merek lokal yang sangat populer dan sering menjadi pilihan atlet karena kualitas produknya yang diakui. Celana kompresi Tiento dirancang khusus untuk mendukung performa lari dengan menjaga otot tetap stabil, menggunakan bahan quick dry yang ringan dan cepat kering agar nyaman meski berkeringat. Beberapa modelnya juga dilengkapi fitur reflektif sehingga menjadikannya pilihan ideal dan terpercaya bagi pelari yang aktif di malam hari.
Kisaran Harga: Mulai dari Rp79 ribuan.
2. Terrel Sportswear
Terrel Sportswear merupakan merek lokal yang memproduksi celana compression dengan penerimaan pasar yang baik, dibuktikan dengan rating dan ulasan positif di berbagai marketplace Indonesia. Merek ini secara eksplisit menyediakan celana tight model compression (pendek dan panjang) yang dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas olahraga termasuk lari dengan fokus pada kenyamanan dan daya tahan.
Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp140 ribuan.
3. CoreNation
Berawal dari Surabaya, CoreNation telah memantapkan diri sebagai salah satu merek sportswear lokal terbaik khususnya untuk produk legging dan celana lari compression. Merek ini sering masuk dalam daftar rekomendasi pakaian lari karena kualitas bahannya yang dapat diandalkan untuk menunjang aktivitas lari jarak jauh maupun sesi latihan intensitas tinggi lainnya.
Baca Juga: 7 Sepatu Lokal Cocok Buat Karyawan WFA di Cafe Rp 100 Ribuan
Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp100 ribuan.
4. Volt and Fast
Volt and Fast adalah merek lokal yang dikenal memiliki kualitas baik di bidang perlengkapan olahraga, termasuk pakaian dan celana compression lari. Merek ini sering disebutkan bersamaan dengan merek lokal berkualitas lainnya. Hal ini menunjukkan pengakuan di pasar sportswear Indonesia sebagai pilihan yang layak untuk mendapatkan perlengkapan lari yang fungsional.
Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp179 ribuan.
5. AUM Apparel
Meskipun berfokus pada activewear yang stylish dengan sentuhan Bali, AUM Apparel menawarkan celana running atau legging kompresi berkualitas tinggi. Merek ini dikenal secara domestik maupun internasional karena kualitas bahan premiumnya. Selain itu dengan desain yang berani dan warna cerah atau motif unik, menjadikannya pilihan bagi mereka yang ingin menonjolkan gaya saat berolahraga.
Kisaran Harga: Mulai dari sekitar Rp269 ribuan.
6. Duraking
Duraking adalah merek sportswear lokal serbaguna yang produk celana compression-nya cocok untuk berbagai aktivitas olahraga, mulai dari angkat beban, HIIT, crossfit, hingga lari. Celana Duraking sering direkomendasikan karena material dry-fit-nya yang baik dan sifat kompresinya yang memberikan dukungan otot, menjadikannya pilihan tepat bagi atlet yang membutuhkan gear multi-fungsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pakai Beskap Biru Dongker, Prabowo Jadi Saksi Akad Nikah Sespri Rizky Irmansyah di JCC Senayan
-
Api di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Pastikan Kondisi Gajah Sumatra Aman
-
Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain
-
Cara Membedakan Kalkulator Casio Asli dan Palsu, Jangan Salah Beli!
-
Tiket Solo Run Fest 2026 Diskon 20 Persen via BRImo, Cek Cara Klaimnya
-
Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?
-
Lewat wondrX 2026, BNI Perkuat Kedekatan Penggemar dengan Para Bintang Bulu Tangkis
-
Apakah Tinted Sunscreen Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Pahami Dulu 5 Hal Ini
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?