Suara.com - Tren trail running (lari lintas alam) semakin populer di kalangan masyarakat urban kota-kota besar Indonesia karena menawarkan tantangan fisik sekaligus pengalaman menyegarkan menyatu dengan alam. Sejalan dengan peningkatan minat ini, merek-merek lokal Indonesia merespons dengan menciptakan sepatu trail running berkualitas tinggi.
Kini ada produk sepatu lokal yang dirancang khusus untuk kondisi tropis dan menawarkan daya tahan, grip optimal, serta kenyamanan luar biasa saat menaklukkan medan bebatuan atau berlumpur.
Dengan harga lebih terjangkau, sepatu buatan dalam negeri membuktikan bahwa kualitas, teknologi, dan desain stylish kini bisa didapatkan tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal. Yuk simak rekomendasinya berikut ini.
1. 910 Nineten Yuza Evo
910 Nineten Yuza Evo dirancang sebagai sepatu tangguh untuk menaklukkan medan tropis Indonesia. Sepatu trail ini dilengkapi dengan cushioning system Air-Flex Sole yang tebal dan outsole bergerigi yang menjamin grip kuat di berbagai permukaan, mulai dari pasir hingga bebatuan.
Kekuatan sepatu ini diperkuat oleh upper berbahan poliester mesh yang breathable dan teknik Seamlock yang membuat sepatu lebih kukuh dan awet. Selain itu didukung lapisan tipis HyperWeb yang memberikan struktur tanpa mengurangi fleksibilitas.
Kisaran Harga: Mulai dari Rp400 ribuan.
2. Eiger Cloudrun 2.0
Eiger Cloudrun 2.0 adalah pilihan multifungsi dengan desain sporty yang simpel sehingga ideal untuk pelari pemula hingga menengah yang mencari sepatu trail ringan yang juga bisa digunakan sehari-hari. Bagian upper terbuat dari mesh polyester yang lentur, cepat kering, dan sangat baik dalam sirkulasi udara, membuat kaki tetap sejuk.
Kenyamanan berlari ditingkatkan dengan midsole berbahan phylon yang berfungsi menyerap benturan dan outsole karet yang memberikan daya cengkeraman memadai di jalanan datar maupun jalur ringan.
Kisaran Harga: Mulai dari Rp500 ribuan hingga Rp700 ribuan.
Baca Juga: 7 Sepatu Lokal Cocok Buat Karyawan WFA di Cafe Rp 100 Ribuan
3. Ortuseight Sierra
Ortuseight Sierra diposisikan sebagai sepatu trail running untuk performa serius dan segala medan. Sepatu ini menonjolkan daya tahan yang luar biasa dan grip yang sangat mantap berkat penggunaan outsole karet Vibram, standar emas dalam sepatu gunung.
Sepatu ini diracik dari kombinasi material kelas atas (mesh, TPU, phylon) dan dilengkapi Insole 3D yang didesain untuk meningkatkan kenyamanan sehingga menjadikannya pilihan andal bagi pelari jarak jauh atau hiker yang menghadapi jalur teknikal.
Kisaran Harga: Sekitar Rp1,2 jutaan.
4. Eagle Nomad
Eagle Nomad adalah alternatif sepatu lari lintas alam yang sangat terjangkau, dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pelari pemula di medan yang tidak terlalu ekstrem. Sepatu ini menonjolkan perlindungan penting dengan adanya toe cap guard berbahan PVC sintetis untuk melindungi jari kaki, serta area mudguard untuk ketahanan terhadap lumpur.
Upper berbahan sandwich mesh yang ringan memastikan sirkulasi udara yang baik, sementara outsole berbahan TPR memberikan grip yang cukup kuat untuk berbagai permukaan jalan.
Kisaran Harga: Sekitar Rp300 ribuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif