Suara.com - Tanggal 25 November ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Guru Nasional sekaligus hari lahir PGRI sejak tahun 1994 lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.
Peringatan ini biasanya dilakukan di sekolah-sekolah melalui upacara bendera yang diisi penyampaian amanat oleh pembina upacara.
Tema Hari Guru Nasional 2025 adalah "Merawat Semesta dengan Cinta". Tema ini tidak hanya sekadar pengingat tentang peran guru sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai sosok yang menjaga harmoni antara ilmu dan iman, logika dan kebijaksanaan, serta manusia dan lingkungannya.
Biasanya peringatan Hari Guru Nasional ini disampaikan pada saat amanat pembina upacara. Teks amanat ini umumnya telah disiapkan terlebih dahulu, berisi pesan atau pidato yang dibacakan oleh pembina upacara.
Amanat ini bisa berisi arahan atau nilai positif yang ingin disampaikan dan ditanamkan kepada seluruh peserta upacara, termasuk para murid dan guru lainnya.
Berikut beberapa contoh amanat pembina upacara untuk memperingati Hari Guru Nasional 2025 yang dikumpulkan dari berbagai sumber:
1. Pesan tentang guru yang menghadapi tantangan besar di era modern
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru, staf sekolah, serta anak-anak peserta didik yang saya banggakan.
Baca Juga: Susunan Upacara Hari Guru Nasional 2025, Ini Aturan Berpakaiannya
Pada pagi hari yang cerah ini, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Sebab atas rahmat-Nya, kita dapat berkumpul dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025.
Hadirin yang saya hormati,
Hari Guru Nasional merupakan momen penting bagi kita semua untuk mengenang jasa para guru, yang tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing, pendidik, dan inspirator dalam kehidupan kita. Seorang guru ibarat sebuah ahaya di tengah kegelapan, yang memberikan pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan agar kita semua mampu mencapai impian dan cita-cita.
Pernahkah kita bayangkan dunia tanpa guru? Tidak ada pengetahuan, tidak ada teknologi, tidak ada seni, dan mungkin, tidak ada peradaban seperti yang kita kenal hari ini. Oleh karena itu, Hari Guru Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghormati jasa mereka. Guru adalah fondasi utama yang menggerakkan roda peradaban menuju kemajuan.
Anak-anakku yang saya banggakan,
Di era modern seperti sekarang, tantangan yang dihadapi seorang guru semakin besar. Teknologi terus berkembang, pola pikir manusia semakin dinamis, dan tantangan zaman kian kompleks. Namun, satu hal yang tidak berubah adalah ketulusan hati seorang guru dalam mendidik anak-anak bangsa. Mereka rela berkorban waktu, tenaga, bahkan perasaan demi memastikan kalian mendapatkan ilmu terbaik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik