Suara.com - Menjelang libur akhir tahun, banyak orang mulai berburu tiket pesawat untuk merencanakan perjalanan Natal dan Tahun Baru.
Tahun ini, pencarian itu semakin ramai karena pemerintah kembali memberikan potongan harga khusus. Lantas, diskon tiket pesawat Nataru 2025 mulai kapan dan bagaimana cara mendapatkannya?
Program diskon ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat bepergian dengan biaya yang lebih ringan.
Lonjakan permintaan biasanya membuat harga tiket pesawat naik, sehingga kehadiran diskon ini sangat ditunggu, terutama bagi penumpang kelas ekonomi yang menjadi mayoritas pengguna penerbangan domestik.
Selain tiket pesawat, pemerintah juga menyiapkan diskon untuk moda transportasi lain seperti kereta api dan kapal laut.
Namun, fokus utama masyarakat tetap pada perjalanan udara. Oleh karena itu, penting mengetahui jadwal pasti, besaran diskon, dan siapa saja yang berhak mendapatkan diskon tiket pesawat ini. Berikut informasi lengkapnya.
Kapan Diskon Tiket Pesawat Nataru 2025 Mulai Berlaku?
Mengutip dari laman resmi Portal Informasi Indonesia, diskon tiket pesawat khusus periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Artinya, seluruh perjalanan yang dilakukan dalam rentang tanggal ini berpotensi mendapatkan harga lebih murah.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan dan telah disiapkan sejak jauh hari melalui koordinasi lintas kementerian.
Baca Juga: Jelang Nataru, Polda Metro Jaya Siagakan 1.500 Satpam dan Satkamling
Diskon ini berlaku untuk semua penumpang kelas ekonomi, tanpa pengecualian. Pemerintah bersama pelaku industri penerbangan menghitung ulang sejumlah komponen biaya operasional agar harga tiket bisa turun tanpa mengganggu layanan.
Potongan ini juga diperkuat oleh insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) yang mulai diberlakukan sejak akhir Oktober 2025 berdasarkan PMK 71/2025.
Dengan begitu, masyarakat sudah merasakan penurunan harga bahkan sebelum periode resmi diskon dimulai.
Program ini diperkirakan menjangkau sekitar 3,59 juta penumpang selama masa liburan. Untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas, pemerintah juga memperpanjang jam operasional bandara.
Langkah ini dilakukan agar maskapai dapat menambah frekuensi penerbangan dan mengurangi potensi penumpukan penumpang di puncak liburan.
Besaran Diskon Tiket Pesawat Nataru 2025
Besaran diskon yang diberikan untuk tiket pesawat adalah sekitar 13-14 persen dari harga normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan