- Kompor kaca jadi tren dapur modern; Niko Elektronik masuk segmen ini dengan konsep “mewah tapi terjangkau”.
- Niko memproduksi puluhan varian kompor kaca berkualitas global dan memperkuat merek lewat kolaborasi dengan Chef Arnold.
- Penjualan stabil, Niko jadi merek lokal teratas dan terus memperluas distribusi serta meningkatkan kualitas.
Suara.com - Di tengah berkembangnya tren dapur modern, kompor kaca kini menjadi salah satu perangkat yang banyak diburu konsumen Indonesia.
Tampilan yang elegan, mudah dibersihkan, serta kesan mewah yang ditawarkannya membuat perangkat ini naik kelas bukan sekadar alat memasak, melainkan bagian dari estetika rumah.
Selama beberapa tahun terakhir, permintaan kompor kaca meningkat signifikan, terutama di segmen rumah tangga kelas menengah yang mulai memperhatikan desain interior dapur.
Namun, pasar ini sebelumnya didominasi merek Jepang dan Eropa dengan harga yang relatif tinggi. Celah inilah yang kemudian mendorong pemain lokal untuk ikut masuk dengan menawarkan kualitas setara, namun lebih terjangkau.
Salah satunya adalah PT Niko Elektronik Indonesia, yang sejak 2019 menempatkan kompor kaca sebagai produk unggulannya. Keputusan tersebut bukan tanpa riset.
Dari berbagai diskusi kelompok dan survei pasar, perusahaan menemukan fakta bahwa kompor kaca menjadi impian banyak keluarga, tetapi harganya masih menjadi hambatan utama.
“Pasar kompor kaca masih sangat besar dan seksi, karena belum semua rumah tangga di Indonesia beralih ke produk ini. Dan belum semua bisa menjangkau harganya. Ini yang membuat Niko Elektronik semakin optimistis,” ujar Siswo Handoyo, Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia.
Mengusung Konsep Affordable Luxury
Dengan pendekatan “mewah tapi terjangkau”, Niko menyasar konsumen kelas menengah yang ingin mempercantik dapur tanpa biaya berlebih.
Baca Juga: Tren Kecantikan 2026: Kulit Sehat, Regeneratif, dan Minim Downtime Jadi Standar Baru
Semua kompor kaca Niko diproduksi di pabrik sendiri di Banjardowo, Semarang, yang menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal.
Kompor kaca besutan Niko menggunakan kaca tempered 7–8 mm yang tahan panas hingga 180 derajat dan mampu menahan beban hingga 100 kg, spesifikasi yang lazim ditemukan pada produk global.
Dengan lebih dari 30 varian, mulai dari kompor atas meja, tanam, hingga seri keamanan dengan fitur safety pin, timer, dan wind shield, konsumen memiliki pilihan yang lebih luas. Harganya pun bervariasi dari sekitar Rp300 ribu hingga di bawah Rp2 juta.
Branding Modern dan Kolaborasi dengan Chef Profesional
Dalam membangun kepercayaan publik, Niko tidak hanya mengandalkan kualitas produk. Perusahaan menjalankan strategi komunikasi yang agresif melalui kampanye 360°, tampil di berbagai kanal dan memperkuat distribusi offline, online, serta modern market.
Kolaborasi dengan Chef Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador dan kehadiran di acara populer seperti MasterChef Indonesia juga memperkuat positioning sebagai produk lokal yang bisa tampil profesional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berapa Harga Sepatu Lari Hoka Paling Murah? Ini 5 Pilihan yang Lagi Diskon di Planet Sports
-
Beda Moisturizer dan Day Cream, Mana yang Lebih Dulu Dipakai saat Skincare Pagi?
-
Kasus Hotman Paris Berlanjut, PWI Serahkan Bukti Tambahan ke Polda Metro Jaya
-
Tak Hanya Siswa, Bumil dan Busui Diduga Ikut Keracunan MBG di Kulon Progo
-
Ambisi BMW dan Toyota Selamatkan Mesin Bensin Dari Kepunahan Lewat Teknologi Bahan Bakar Terbarukan
-
Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
-
Fundamental Kuat Bawa BRI Raih Peringkat Elit Perbankan Versi The Banker
-
Flyover Bojonggede Hingga Embarkasi Haji, Ini Deretan Proyek Strategis Bogor di 2027
-
Duet Militer-Akademisi: Donny Ermawan dan Prof. Yos Sunitiyoso Pimpin Universitas Republik Indonesia