- Program PKM oleh Dosen Universitas Presiden di SMA Plus Muthahhari Bandung menghasilkan LKS digital berbasis AR.
- Workshop dua hari melatih 16 guru membuat LKS kreatif yang melibatkan gamifikasi dan *storytelling* interaktif.
- Uji coba menunjukkan peningkatan fokus siswa yang signifikan serta kepuasan belajar mencapai 4,3 sampai 4,6 skala 5.
Suara.com - Di banyak sekolah, pola belajar masih berkutat pada ceramah panjang, papan tulis, dan lembar tugas hitam-putih. Padahal, generasi Z tumbuh dalam dunia visual yang serba cepat, interaktif, dan penuh rangsangan digital. Tak heran, banyak guru kini dituntut untuk naik level, mengubah strategi mengajar agar sesuai dengan cara belajar masa kini.
Sebagian guru mencoba bercerita lebih banyak, sebagian lagi mulai memanfaatkan video.
Namun transformasi yang lebih progresif mulai muncul di sejumlah sekolah, termasuk di SMA Plus Muthahhari Bandung, yang baru saja melakukan lompatan besar lewat penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) digital berbasis storytelling, gamifikasi, dan teknologi Augmented Reality (AR).
Inovasi ini merupakan hasil program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari dosen Universitas Presiden yang berlangsung pada 19–20 September 2025. Program ini melibatkan 16 guru dan berhasil menghasilkan enam LKS kreatif, melampaui target awal lima LKS.
Ketua tim PKM, Remandhia Mulcki, S.Sn., M.Ds., menilai perubahan ini mendesak dilakukan.
“Gen Z mudah bosan kalau hanya mendengar ceramah. Mereka terbiasa dengan media visual, interaktif, dan cepat. Karena itu kami hadirkan media belajar yang sesuai karakter mereka,” ujarnya.
Dalam LKS tersebut, siswa dapat memindai QR Code untuk menampilkan animasi 3D, memainkan mini game, hingga mengikuti alur cerita yang terintegrasi dengan materi pelajaran.
Guru Belajar Naik Level: Dari Ceramah ke AR
Selama dua hari workshop, guru-guru SMA Plus Muthahhari Bandung mendapat pengalaman baru: bukan lagi mendengarkan teori, melainkan langsung praktik membuat LKS digital.
Baca Juga: Pendidikan Pasca Banjir Sumatra, JPPI: Banyak Sekolah Terendam Lumpur Hingga Hilang Terbawa Arus
Mereka menggunakan aplikasi Assemblr untuk menyematkan konten AR, sekaligus belajar menyusun materi dengan pendekatan gamifikasi dan emotional design.
Sebanyak 10 guru aktif merancang prototipe LKS untuk berbagai mata pelajaran, seperti Biologi, PPKN, Sejarah Indonesia, Sosiologi, Bahasa Indonesia, dan Ekonomi.
“Awalnya agak canggung, tapi lama-lama asyik. Kami belajar mendesain halaman, menambahkan cerita, sampai menaruh QR Code untuk animasi 3D. Rasanya seperti naik level,” ujar salah satu guru peserta workshop.
Kelas Lebih Hidup, Siswa Lebih Fokus
Setelah workshop, tiga kelas X mendapat kesempatan mencoba LKS digital tersebut. Antusiasme siswa langsung terasa. Mereka lebih fokus, lebih aktif, dan menilai pengalaman belajar menjadi jauh lebih menyenangkan.
Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner, tingkat kepuasan siswa mencapai 4,3–4,6 dari skala 5.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
-
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
-
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege
-
Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta
-
OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat
-
Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?