- Program PKM oleh Dosen Universitas Presiden di SMA Plus Muthahhari Bandung menghasilkan LKS digital berbasis AR.
- Workshop dua hari melatih 16 guru membuat LKS kreatif yang melibatkan gamifikasi dan *storytelling* interaktif.
- Uji coba menunjukkan peningkatan fokus siswa yang signifikan serta kepuasan belajar mencapai 4,3 sampai 4,6 skala 5.
“Biasanya cepat bosan, tapi kali ini seru. Ada QR Code, keluar gambar sel 3D, terus ada tantangan soal. Pengen dipakai di pelajaran lain juga,” ujar seorang siswa kelas X-2.
Guru juga memberi reward kecil seperti cokelat untuk siswa yang menyelesaikan LKS sempurna, hal sederhana yang justru menambah semangat.
Pembelajaran Lebih Kaya, Tantangan Masih Ada
Kepala Sekolah, Ir. Dra. Dewi Listia, M.Si., melihat manfaat nyata dari terobosan ini.
“LKS ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Isinya lengkap, visualnya menarik, dan ada quiz berlevel. Anak-anak jadi lebih fokus dan kritis,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyoroti beberapa kendala seperti keterbatasan perangkat digital guru dan keragaman kemampuan siswa. Menurutnya, sekolah membutuhkan dukungan berupa teknologi dan pelatihan berkelanjutan.
Guru-guru juga merasakan perubahan positif. Aya Sofia Martini, M.Pd., guru Sejarah Indonesia, mengaku siswa antusias, pembelajaran jadi lebih fun, dan akhirnya kelas lebih menyenangkan meski tetap serius.
Sementara Mulyadi, S.S., M.M., guru PKn, mengatakan, “Pembelajaran berjalan lancar dan murid tidak terbebani.”
Dampak Ganda: Belajar Seru, Promosi Sekolah Ikut Naik
Baca Juga: Pendidikan Pasca Banjir Sumatra, JPPI: Banyak Sekolah Terendam Lumpur Hingga Hilang Terbawa Arus
Tak hanya meningkatkan pengalaman belajar, program ini juga membantu promosi sekolah. Dokumentasi kelas interaktif—foto, video, dan testimoni siswa—akan dikemas menjadi konten media sosial sekolah.
“Sekolah jadi punya bahan promosi otentik, bukan sekadar iklan,” kata anggota tim PKM, Hadi Jaya Putra, S.T., M.Ars.
Tim Universitas Presiden menargetkan keberlanjutan program hingga akhir 2025, termasuk penyusunan panduan LKS kreatif untuk guru, konten promosi digital, publikasi di jurnal serta media daring, dan pendaftaran HAKI untuk lima LKS terbaik.
“Tujuan utama kami bukan hanya produk, tapi kapasitas guru. Harapannya, LKS inovatif ini bisa masuk kurikulum rutin sekolah,” kata Remandhia Mulcki.
Meski masih ada tantangan seperti keterbatasan perangkat dan variasi kemampuan desain guru, transformasi ini menunjukkan satu hal: ketika guru diberi kesempatan untuk belajar dan berinovasi, kualitas pembelajaran meningkat signifikan.
Dengan kolaborasi antara dosen, guru, dan siswa, sekolah kini selangkah lebih maju menghadapi generasi digital.
“Belajar itu harus menyenangkan. Kalau siswa senang, guru juga bahagia,” kata Fransiska Rachel, S.Sn., M.Ds., menutup program dengan optimisme.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian
-
Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan
-
Bukan Sekadar Transportasi, KRL Mengubah Cara Saya Melihat Perjalanan Harian
-
Soal Infertilitas: Sperma Kosong, Bayi Tabung hingga Mitos Gaya Hubungan Intim
-
Liburan ke Malioboro Makin Asyik, Becak Listrik Gratis Kembali Beroperasi
-
Jalur Bab el-Mandeb Membara: Harga Minyak Dunia Mengamuk di Tengah Gempuran 11 Malam AS ke Iran
-
Kebencian Salah Sasaran: Mengapa Perempuan Memusuhi Perempuan Lain?
-
Jatuh Cinta pada MRT Jakarta dan Semangat Baru Bertransportasi Umum
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United