Suara.com - Perkembangan sepatu running lokal dalam beberapa tahun terakhir benar-benar melesat. Jika dulu sepatu berteknologi tinggi identik dengan brand luar, kini merek lokal pun mulai berani bermain di kelas performa, termasuk menghadirkan carbon plate.
Menariknya lagi, harga sepatu lokal carbon plate masih jauh lebih ramah di kantong dibanding produk impor, tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan performa.
Sebelum membahas performa, kita pahami dulu carbon plate adalah lembaran serat karbon yang ditanamkan di bagian midsole sepatu lari. Fungsinya bukan sekadar gaya, melainkan untuk meningkatkan energy return saat kaki menghantam permukaan tanah.
Dengan adanya carbon plate, energi dari setiap langkah akan “dipantulkan” kembali ke depan, sehingga langkah terasa lebih agresif, efisien, dan cepat. Teknologi ini sangat membantu saat tempo run, interval, dan race 5K, 10K, hingga half marathon.
Efeknya paling terasa pada pelari yang ingin menjaga pace tinggi dengan usaha yang lebih efisien. Karenanya, sebelum membeli, pelari profesional umumnya akan memastikan sepatu carbon plate punya beberapa kriteria berikut:
1. Midsole responsif (EVA, Pebax, atau kombinasi foam modern)
2. Carbon plate tertanam stabil, tidak terlalu kaku atau terlalu lembek.
3. Bobot ringan untuk menunjang kecepatan.
4. Upper breathable agar kaki tidak cepat panas.
Baca Juga: 5 Sepatu Lokal Senyaman New Balance 530 Ori: Kualitas Setara, Mulai Rp300 Ribuan
5. Outsole punya grip baik untuk menjaga traksi saat pace tinggi.
Rekomendasi Sepatu Lokal Carbon Plate
Buat Anda yang mencari sepatu lokal dengan teknologi carbon plate, berikut beberapa merek yang sudah menerapkan teknologi tersebut.
1. Ortuseight Solar
Kisaran harga: Rp1.979.100 – Rp2.199.000.
Ortuseight Solar dipercaya cocok untuk race day dan pelari berpengalaman. Sebab, jika bicara sepatu lokal carbonplate untuk race, Ortuseight Solar berada di kelas atas. Bobotnya hanya sekitar 206 gram, membuatnya sangat cocok untuk lomba dan tempo cepat.
Sepatu ini menggunakan material Pebax pada midsole dengan tingkat kekerasan berbeda antara foam atas dan bawah. Di antara dua lapisan foam tersebut tertanam carbon plate yang berfungsi memaksimalkan dorongan ke depan. Upper berbahan monomesh membuat sirkulasi udara sangat baik, sehingga kaki tetap nyaman meski pace tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kini Berlaku Sistem Buka-Tutup
-
Promo Belanja Lipstik di Guardian dari BRI, Cek Syaratnya!
-
5 HP Murah dengan Kamera Video Stabilizer Terbaik, Hasil Rekaman Makin Mulus
-
Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?
-
Tak Menyerah pada Keadaan, Anak Buruh Bangunan Ini Berhasil Meraih Kartika Astha Brata
-
Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix
-
Nostalgia Hadir sebagai Tren Baru: Mengapa Gen Z Merindukan Era 2000-an?
-
Deddy Sitorus dari Partai Apa? Anggota DPR Sebut Wartawan 'Rombongan Sirkus'
-
Veronica Tan Minta P3MI Stop Kirim WNI Tanpa Jaminan Keamanan: Nyawa Pekerja Bukan Taruhan
-
Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet