- Definisi rumah ideal modern bergeser fokus menjadi ekosistem hidup berdasarkan tiga pilar utama.
- Tiga pilar tersebut adalah hunian berbasis pengalaman, integrasi kesehatan, dan desain adaptif terhadap perubahan zaman.
Thien Duong, Ketua Dewan Juri Grand Final PropertyGuru Asia Property Awards 2025, menegaskan bahwa para pemenang tahun ini adalah mereka yang berhasil menjawab kebutuhan global melalui pendekatan-pendekatan tersebut.
“Pemenang tahun ini dinilai mampu menjawab kebutuhan global melalui pendekatan gaya hidup berbasis pengalaman (experiential living), integrasi kesehatan holistik (wellness integration), serta penerapan desain yang adaptif dan fleksibel (future-proofed design),” ungkap Thien Duong.
Menurutnya, karya-karya terbaik di Asia tahun ini, termasuk dari Indonesia, telah berlandaskan prinsip keberlanjutan dan berorientasi penuh pada kebutuhan manusia.
Komitmen pada Kota yang 'Hidup'
Menanggapi pencapaian ini, Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa kota-kota mandiri di Indonesia tidak kalah bersaing dalam menghadirkan nilai tambah bagi warganya.
“Penghargaan prestisius ini merupakan suatu kehormatan yang sangat berarti, tidak hanya bagi perjalanan 19 tahun Paramount Land berkarya, tetapi juga merupakan kemenangan untuk Indonesia, khususnya pada industri properti. Ini membuktikan komitmen dalam kategori township bahwa kota-kota di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memberikan nilai yang memperkaya kehidupan bagi setiap masyarakat,” ujar Chrissandy.
“Kami meyakini bahwa pengembangan yang terencana, berkelanjutan, didukung oleh teknologi modern, serta berfokus pada peningkatan kualitas hidup pengguna, merupakan fondasi utama dalam mewujudkan ekosistem kehidupan terbaik,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Mulai dari Rumah, Inilah 7 Cara Sederhana Menerapkan Green Living
-
Bukan Hanya Milik Lansia, Usia 20-an Juga Bisa Kehilangan Massa Otot
-
Pakar UGM: Hunian Tetap Korban Bencana di Sumatra Harus Dibangun di Zona Aman
-
Ahli Gizi: Pahlawan Super yang Cuma Ditelfon Kalau Badan Sudah Ngeluh Keras
-
Tren Baru Gaya Hidup Urban: Olahraga Santai Penuh Warna, Dorong Kebersamaan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan