- Pemerintah menetapkan Jumat, 26 Desember 2025 sebagai cuti bersama peringatan Hari Natal 2025.
- Libur Natal dan Tahun Baru 2026 memberikan jeda empat hari di Desember dan libur awal Januari 2026.
- Pekerja dapat mengambil empat hari cuti untuk mendapatkan libur Natal dan Tahun Baru hampir sebelas hari.
Suara.com - Menjelang akhir tahun, pencarian soal cuti bersama Desember 2025 mulai meningkat. Banyak pekerja ingin memaksimalkan jatah cuti agar bisa menikmati libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemerintah sendiri telah menetapkan jadwal resmi melalui Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB Nomor 933, 1, dan 3 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025.
Cuti Bersama Desember 2025 Jatuh Kapan?
Dalam aturan tersebut, cuti bersama Desember 2025 jatuh pada Jumat, 26 Desember 2025. Cuti bersama ini diberikan untuk memperingati Kelahiran Yesus Kristus (Hari Natal) yang diperingati sehari sebelumnya.
Rinciannya sebagai berikut:
- Kamis, 25 Desember 2025: Hari libur nasional Kelahiran Yesus Kristus
- Jumat, 26 Desember 2025: Cuti bersama Kelahiran Yesus Kristus
Libur ini otomatis berlanjut ke akhir pekan yaitu Sabtu, 27 Desember 2025 dan Minggu, 28 Desember 2025.
Dengan demikian, masyarakat langsung menikmati libur empat hari berturut-turut.
Libur Belum Selesai, Masih Ada Hari Kerja ‘Kejepit’
Baca Juga: Minions Run hingga Meet & Greet: Liburan Akhir Tahun Makin Seru Bareng Bob dan Tim
Meski terlihat panjang, libur Desember 2025 sebenarnya belum berakhir. Pekerja harus kembali beraktivitas selama tiga hari kerja, yakni:
- Senin–Rabu, 29–31 Desember 2025
Setelah itu, masyarakat kembali menikmati libur panjang lagi yaitu:
- Kamis, 1 Januari 2026: Hari libur nasional Tahun Baru 2026
Namun, masih ada satu hari kerja yang terbilang ‘kejepit’, yakni:
- Jumat, 2 Januari 2026
Hari tersebut baru kembali disusul libur akhir pekan:
- Sabtu–Minggu, 3–4 Januari 2026
Skema Pengambilan Cuti agar Libur Nataru Lebih Panjang
Jika jatah cuti tahunan masih tersedia, momen ini bisa dimanfaatkan untuk memperpanjang liburan. Dengan mengajukan cuti di hari-hari strategis, libur Natal dan Tahun Baru bisa terasa jauh lebih lama.
Berita Terkait
-
Gibran Bagi-bagi Kado Natal di Bitung, Ratusan Anak Riuh
-
WFA Akhir Tahun, Jurus Sakti Urai Macet atau Kebijakan Salah Sasaran?
-
Lebih dari Sekadar Roti: Kartika Sari Berbagi Hampers Jelang Natal di Momen Ulang Tahun Ke-50
-
Minions Run hingga Meet & Greet: Liburan Akhir Tahun Makin Seru Bareng Bob dan Tim
-
5 Rekomendasi Parfum Artis untuk Rayakan Natal 2025, Aroma Mewah dan Tahan Lama
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI