- Mayoritas responden Asia Pasifik memprioritaskan kesehatan preventif, menekankan kebiasaan kecil konsisten sebagai fondasi kuat.
- Penting mendengarkan kebutuhan tubuh individu mengenai nutrisi dan aktivitas fisik, daripada hanya mengikuti tren kesehatan populer.
- Suplemen berfungsi sebagai pelengkap nutrisi diet, bukan pengganti, dan sebaiknya dipilih berdasarkan sains serta konsultasi ahli.
Dukungan hidrasi, kesehatan pencernaan, dan pengelolaan stres juga tak kalah penting. Padukan semua itu dengan aktivitas fisik yang benar-benar Anda nikmati.
Olahraga seharusnya memberi energi, bukan menjadi beban. Jangan lupakan pula kualitas tidur dan waktu istirahat, karena keduanya berperan besar dalam metabolisme, keseimbangan hormon, dan pemulihan tubuh.
Suplemen: Pendukung, Bukan Pengganti
Seiring meningkatnya kesadaran hidup sehat, konsumsi suplemen pun menjadi hal yang lazim.
Namun, survei Herbalife menunjukkan bahwa meski 80% responden rutin mengonsumsi suplemen, banyak yang masih ragu apakah pilihan mereka sudah tepat.
Suplemen pada dasarnya berfungsi untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang belum selalu terpenuhi dari pola makan, bukan menggantikannya. Oleh karena itu, penting memilih suplemen berbasis sains, berkualitas tinggi, dan sesuai kebutuhan pribadi.
Konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi dapat membantu menentukan pilihan yang aman dan efektif untuk mendukung energi, daya tahan tubuh, dan performa harian.
Manajemen Stres, Fondasi yang Sering Terlupakan
Gaya hidup serba cepat, tuntutan pekerjaan, paparan digital, dan minimnya waktu istirahat membuat stres menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern.
Baca Juga: Dari Elmo hingga Cahaya Drone, Mal di Depok Suguhkan Perayaan Natal dan Tahun Baru Tak Terlupakan
Jika dibiarkan, stres kronis dapat memengaruhi sistem imun, pencernaan, metabolisme, hingga keseimbangan hormon.
Langkah sederhana seperti meditasi, jeda singkat di sela aktivitas, rutinitas relaksasi sebelum tidur, serta pola tidur yang konsisten dapat membantu meredam dampak stres.
Menariknya, berbagai studi juga menunjukkan bahwa hubungan sosial yang hangat dan komunitas yang suportif berperan besar dalam umur panjang dan kebahagiaan, seperti yang terlihat di wilayah Blue Zones.
Memanfaatkan Teknologi untuk Hidup Lebih Sehat
Di tengah kesibukan, teknologi dapat menjadi sekutu. Aplikasi pelacak aktivitas, tidur, asupan air, hingga perangkat pemantau kesehatan membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi tubuh.
Jika digunakan secara konsisten, alat-alat ini dapat menjadi pengingat sederhana sekaligus motivasi untuk tetap berada di jalur hidup sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda
-
Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
-
Frame 50 Pas untuk Tinggi Badan Berapa? Ini 5 Rekomendasi Road Bike yang Cocok dan Anti Cedera
-
5 Pilihan Sunscreen Wardah untuk Kulit Kering dan Kusam, Wajah Jadi Glowing
-
Kumpulan Promo Imlek 2026 dari Makanan, Hotel hingga Tempat Hiburan