- Pemudik Nataru 2025 disarankan menjaga fisik, tidak mengemudi lebih dari empat jam, serta menyiapkan perbekalan obat dan makanan.
- Penting mengamankan saldo *e-toll* dan BBM penuh untuk menghindari antrean.
- Untuk perjalanan lancar, hindari tanggal puncak keberangkatan (23-24 dan 30-31 Desember).
Suara.com - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 sudah di depan mata! Euforia kumpul keluarga dan traveling ke destinasi impian mulai terasa.
Tapi, jangan sampai kegembiraanmu berubah jadi mimpi buruk karena terjebak macet berjam-jam, antrean pelabuhan yang mengular, atau harga tiket yang selangit.
Mau mudik atau liburan tanpa drama "tua di jalan"? Tenang, jangan panik dulu.
Berikut adalah 7 strategi "ninja" yang wajib kamu terapkan untuk menaklukkan puncak arus mudik Nataru 2025/2026:
1. Jangan Sampai Tumbang! Jaga Fisik & Amankan ‘Amunisi’ Obat
Kelelahan adalah musuh nomor satu saat perjalanan jauh.
Ingat, kamu adalah driver, bukan robot. Jangan paksa mengemudi lebih dari 4 jam tanpa jeda.
Siapkan kotak P3K khusus yang berisi obat anti-mabuk, obat flu, minyak kayu putih, hingga vitamin. Kesehatanmu adalah modal utama supaya bisa tetap fresh saat pesta kembang api nanti!
2. Amankan ‘Survival Kit’ di Kabin Mobil
Baca Juga: 6 Tempat Wisata Hidden Gem di Kulon Progo, Suasana Tenang Tanpa Macet
Dalam kondisi macet total, kabin mobil adalah "rumah" keduamu. Pastikan stok makanan ringan melimpah, air minum literan, bantal leher, hingga powerbank berkapasitas besar.
Bawa anak kecil? Ini kuncinya: siapkan "mainan baru" atau unduh film favorit mereka secara offline agar si kecil nggak rewel selama perjalanan panjang.
3. Waspada Cuaca Ekstrem: Hujan Bukan Sekadar Air!
Desember 2025 diprediksi jadi puncak musim hujan. Jalanan licin dan risiko aquaplaning (ban melayang di atas air) mengintai.
Pastikan wiper berfungsi sempurna dan ban tidak gundul. Jangan lupa taruh payung, jas hujan, dan jaket di tempat yang mudah dijangkau. Kendaraan fit, hati pun tenang!
4. Saldo E-Toll & BBM: Jangan Sampai Bikin Malu di Gerbang Tol!
Berita Terkait
-
PD IPARI Karanganyar Gelar Aksi Bersih-Bersih Rumah Ibadah Lintas Agama Berbasis Ekoteologi
-
Dari Elmo hingga Cahaya Drone, Mal di Depok Suguhkan Perayaan Natal dan Tahun Baru Tak Terlupakan
-
Libur Natal dan Tahun Baru, Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Tiga Hari!
-
Lalu Lalang Penumpang Udara saat Nataru Diprediksi Lebih dari 10,5 Juta Orang
-
6 Tempat Wisata Hidden Gem di Kulon Progo, Suasana Tenang Tanpa Macet
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian