-
-
Industri perawatan kulit memasuki fase longevity, dengan fokus pada ketahanan biologis dan fungsi sel kulit dalam jangka panjang, bukan lagi hasil instan.
-
Riset NAD+ menyoroti peran penting energi dan regenerasi sel dalam proses penuaan kulit, termasuk dampak paparan lingkungan dan stres kronis terhadap fungsi seluler.
-
Pendekatan berbasis sains seluler dan epigenetik mulai diadopsi dalam praktik estetika, menghubungkan riset biologi sel dengan protokol perawatan klinis modern.
-
Suara.com - Industri perawatan kulit global tengah memasuki fase baru. Fokus yang sebelumnya bertumpu pada hasil instan kini bergeser ke pendekatan longevity, yaitu menjaga kesehatan dan ketahanan biologis kulit dalam jangka panjang.
Pendekatan ini menekankan bahwa penuaan bukan sekadar persoalan tampilan, melainkan proses biologis hingga ke tingkat sel.
Paparan sinar matahari, polusi, stres, dan peradangan ringan yang berlangsung terus-menerus terbukti memengaruhi cara sel kulit bekerja.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan fungsi pelindung kulit sekaligus memperlambat regenerasi alami.
Salah satu molekul yang menjadi sorotan dalam riset estetika modern adalah NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide).
Molekul ini berperan sebagai “sumber energi” bagi sel, terlibat dalam produksi energi, perbaikan DNA, pengendalian peradangan, serta mekanisme alami tubuh yang berkaitan dengan penuaan sehat.
Sejumlah publikasi ilmiah menunjukkan bahwa kadar NAD+ menurun seiring bertambahnya usia dan meningkatnya paparan stres lingkungan, sehingga berdampak pada menurunnya kualitas fungsi sel kulit.
DL Beauty mengadopsi pendekatan berbasis NAD+ melalui konsep “Decoding Longevity”, yang menempatkan sains regeneratif sebagai fondasi perawatan kulit modern.
Tujuannya bukan hanya memperbaiki tampilan visual, tetapi juga mengoptimalkan fungsi biologis kulit agar tetap stabil dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kecantikan yang Mematikan: Ancaman Pemutih Kulit Mengandung Merkuri
Konsep ini diwujudkan dalam sistem perawatan dan protokol klinis FOURGENIC, dikembangkan oleh dr. Dedy Chandra, pendiri sekaligus dokter estetika DL Beauty dengan pengalaman lebih dari dua dekade.
Sistem ini dirancang sebagai jembatan antara praktik klinis dan perkembangan riset global di bidang biologi sel, epigenetik, dan longevity.
“Pendekatan terhadap penuaan kulit perlu bergeser dari pola korektif menjadi preventif dan regeneratif. Kualitas kulit sangat ditentukan oleh bagaimana sel bekerja dan mempertahankan fungsinya. Karena itu, perawatan perlu dimulai dari tingkat biologis paling dasar,” ujar dr. Dedy.
Sistem FOURGENIC dibangun berdasarkan prinsip epigenetik, yakni pemahaman bahwa cara kerja gen dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan intervensi biologis yang tepat.
Dalam pengembangannya, sistem ini mengombinasikan Nicotinamide Riboside sebagai pendukung pembentukan NAD+, Copper Tripeptide untuk membantu regenerasi jaringan kulit, serta Resveratrol yang berperan melindungi sel dari stres oksidatif.
Sebagai bagian dari penguatan berbasis riset, DL Beauty membentuk DL Beauty Research Centre yang berfokus pada observasi klinis, pengembangan protokol berbasis NAD+, serta edukasi bagi tenaga medis di Indonesia.
“Melalui integrasi riset dan praktik klinis, DL Beauty menegaskan perannya sebagai pelopor pendekatan longevity di industri estetika Indonesia. Pendekatan berbasis NAD+ ini mencerminkan arah baru yang lebih ilmiah, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta estetika medis berbasis sains global," kata dr. Dedy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Niat Tarawih Sendiri di Rumah: Hukum, Bacaan, dan Tata Caranya
-
Jadwal Salat Lima Waktu di Jakarta Hari Ini, Buka Puasanya Jam Berapa?
-
6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Februari 2026, Apakah Ada Shio Kamu?
-
4 Zodiak Paling Beruntung 23 Februari 2026, Aquarius Hoki Berkat Satu Keputusan Ini
-
Apa Arti 2N+1? Istilah yang Muncul dalam Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas LPDP
-
Kapan Batas Waktu untuk Sahur? Pahami agar Puasa Tetap Sah
-
BCA Tutup Jam Berapa Selama Ramadan 2026? Ini Jadwal Operasionalnya
-
Terpopuler: Arya Iwantoro Anak Siapa hingga Bolehkah Tidak Tarawih Karena Kerja Shift Malam?
-
Apakah Jam 19.00 Masih Bisa Sholat Maghrib? Ini Batas Waktu yang Shahih
-
Apakah Boleh Potong Kuku saat Puasa Ramadan? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasannya