- Rambut bisa beruban bukan hanya karena usia.
- Faktor genetik, stres, gaya hidup, dan kekurangan nutrisi ikut memengaruhi.
- Simak tips untuk menunda uban dini dan menjaga kesehatan rambut.
Suara.com - Rambut beruban sering kali dianggap sebagai tanda penuaan yang tidak terelakkan. Banyak orang merasa kaget atau bahkan tidak percaya diri ketika menemukan helai rambut putih.
Padahal, meskipun uban memang identik dengan usia lanjut, faktanya rambut beruban juga bisa muncul lebih awal, bahkan saat seseorang masih berusia 20-an atau 30-an.
Secara umum, rambut mulai berubah warna menjadi abu-abu atau putih pada rentang usia 30 hingga 40 tahun. Namun, pada sebagian orang, proses ini bisa terjadi jauh lebih cepat.
Melansir dari laman American Academy of Dermatology, dalam dunia medis, kondisi rambut yang berubah menjadi abu-abu atau putih dikenal dengan istilah canities. Kondisi ini berkaitan erat dengan berkurangnya pigmen alami pada rambut.
Nah, selain faktor usia, ada beberapa penyebab yang bisa membuat rambut beruban lebih cepat. Yuk, simak penjelasan lengkapnya sampai selesai agar kamu tahu cara mengantisipasinya.
1. Proses Alami Rambut Menjadi Uban
Warna rambut ditentukan oleh pigmen bernama melanin. Pigmen inilah yang memberi warna hitam, cokelat, atau pirang pada rambut seseorang.
Melanin diproduksi di dalam folikel rambut oleh sel khusus yang disebut melanosit. Sel ini bekerja aktif setiap kali rambut memasuki fase pertumbuhan.
Rambut manusia memiliki siklus alami yang terdiri dari fase tumbuh, fase istirahat, dan fase rontok. Siklus ini terus berulang sepanjang hidup.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Conditioner Rambut Terbaik untuk Lansia, Bisa Dibeli di Indomaret
Setiap satu siklus rambut dapat berlangsung selama beberapa tahun. Namun, setelah sekitar 7-15 siklus, kemampuan folikel rambut untuk memproduksi melanin akan menurun.
Ketika produksi melanin berhenti atau berkurang drastis, rambut yang tumbuh berikutnya akan kehilangan warnanya dan tampak abu-abu atau putih.
2. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Selain usia, faktor genetik memegang peran besar dalam menentukan kapan seseorang mulai beruban.
Jika orang tua atau anggota keluarga mengalami uban dini, kemungkinan besar kondisi serupa juga akan dialami oleh keturunannya.
Gen tertentu dapat memengaruhi kecepatan berkurangnya produksi melanin pada folikel rambut.
3. Stres sebagai Penyebab Uban Dini
Stres ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga berpengaruh pada kondisi rambut.
Saat seseorang mengalami stres berat, tubuh akan memicu respons "fight or flight" dan melepaskan hormon norepinefrin.
Hormon ini dapat menyebabkan sel melanosit keluar dari folikel rambut, sehingga produksi melanin terganggu.
Penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, termasuk uban.
4. Pengaruh Gaya Hidup Tidak Sehat
Gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi salah satu penyebab munculnya uban lebih cepat.
Kebiasaan merokok, misalnya, diketahui dapat merusak sel-sel dalam tubuh, termasuk sel penghasil melanin.
Kurang tidur dan pola makan yang buruk juga dapat mempercepat proses penuaan rambut.
5. Kekurangan Nutrisi dan Kondisi Medis
Kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B12, zat besi, dan tembaga, dapat memengaruhi warna rambut.
Selain itu, kondisi medis tertentu seperti gangguan tiroid atau penyakit autoimun juga bisa memicu uban dini.
Dalam kasus seperti ini, konsultasi dengan dokter atau dermatolog sangat disarankan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Apakah Uban Bisa Dicegah atau Dihentikan?
Hingga saat ini, belum ada pengobatan medis yang benar-benar mampu mengembalikan warna rambut yang telah beruban.
Namun, jika uban disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, penanganan yang tepat bisa membantu memperlambat prosesnya.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa uban berpotensi kembali berwarna jika faktor pemicunya, seperti stres berat, berhasil dikendalikan.
Cara Menunda Munculnya Uban Rambut
Meskipun tidak bisa sepenuhnya dicegah, munculnya uban dapat diperlambat dengan perubahan gaya hidup.
Menjaga pola makan seimbang yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral sangat dianjurkan.
Tidur yang cukup dan berkualitas juga membantu regenerasi sel tubuh, termasuk sel rambut.
Mengelola stres melalui olahraga, meditasi, atau hobi dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan rambut.
Selain itu, melindungi rambut dari paparan sinar UV berlebihan juga penting untuk menjaga kesehatan folikel rambut.
Mengatasi Uban dari Sisi Penampilan
Jika uban sudah terlanjur muncul dan mengganggu rasa percaya diri, pewarna rambut bisa menjadi solusi sementara.
Pewarna alami seperti henna cenderung lebih aman bagi kulit kepala, meskipun warnanya lebih cepat pudar.
Sementara itu, pewarna sintetis bersifat lebih tahan lama, tetapi perlu diperhatikan kandungannya agar tidak menimbulkan iritasi.
Menjaga Kesehatan Rambut Secara Menyeluruh
Selain menunda uban, menjaga kesehatan rambut secara keseluruhan sangat penting.
Rutin membersihkan rambut, menggunakan produk yang sesuai jenis rambut, dan menjaga hidrasi dapat membantu rambut tetap kuat.
Rambut sehat cenderung lebih tahan terhadap kerusakan dan perubahan warna dini.
Jika uban muncul secara prematur dan cepat, pemeriksaan ke dokter atau dermatolog dapat membantu menemukan penyebabnya.
Dokter dapat mendiagnosis gangguan hormon, kekurangan nutrisi, atau kondisi medis lain yang memengaruhi rambut.
Penanganan dini bisa memperlambat proses uban dan menjaga kesehatan rambut secara optimal.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Conditioner Rambut Terbaik untuk Lansia, Bisa Dibeli di Indomaret
-
5 Sampo Non SLS di Bawah Rp50 Ribu, Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau
-
Urutan Hair Care Natur untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Rambut Sehat Seperti Muda
-
5 Rekomendasi Hair Oil Rosemary untuk Cegah Kebotakan dan Rambut Rontok di Usia 30-an
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Mawar, Wangi Segar Tahan Lama Seharian
-
4 Bedak Padat yang Tahan sampai 24 Jam: High Coverage, Makeup Tetap Flawless Seharian
-
Daging Kurban yang Sudah Direbus Tahan Berapa Lama? Ini Tips Menyimpannya agar Awet
-
5 Moisturizer untuk Ibu Hamil Saat Berjerawat, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Raline Shah Bicara Soal Manfaat Kolagen: Bukan Cuma untuk Kulit, tapi Juga Penting buat Tubuh
-
Daging Sapi Supaya Cepat Empuk Dikasih Apa? Ini Cara Mudahnya Tanpa Harus Direbus
-
Di Balik Ledakan Data Era AI, Sosok Perempuan Ini Bicara soal Masa Depan Bisnis Indonesia
-
Gak Perlu Presto! Ini 5 Trik Rahasia Merebus Daging Sapi Jadi Super Empuk dalam Sekejap