- J99 Corp. melalui program Glowtong Royong mengadakan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan di Aceh Tamiang pada 9–10 Januari 2026.
- Ekspedisi tersebut menyalurkan total 99 ribu porsi makanan hangat kepada warga terdampak banjir di dua desa berbeda.
- Kegiatan ini melibatkan kolaborasi koki profesional dan bertujuan memberikan bantuan nyata di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Suara.com - Aroma masakan mengepul dari dapur lapangan di Aceh Tamiang. Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya surut dan aktivitas warga yang masih tertatih pascabanjir, sebuah ekspedisi kemanusiaan bergerak membawa harapan—bukan lewat pidato, melainkan lewat piring-piring makanan hangat.
Melalui program Glowtong Royong, J99 Corp. kembali melanjutkan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan untuk warga terdampak banjir di Sumatra. Selama dua hari, pada 9–10 Januari 2026, tim dapur kemanusiaan hadir langsung di Aceh Tamiang, menyalurkan 99 ribu porsi makanan bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan sehari-hari.
Ekspedisi ini melibatkan kolaborasi lintas profesi. Bersama dukungan Jiwater, juru masak King Abdi turun langsung ke lapangan, didampingi 12 chef Nusantara, mengelola dapur darurat sekaligus memastikan distribusi makanan berjalan merata dan tepat sasaran. Bagi tim, memasak bukan sekadar soal jumlah, tetapi juga tentang menghadirkan makanan yang layak, hangat, dan penuh empati di tengah situasi darurat.
Founder J99 Corp., Shandy Purnamasari, menyebut ekspedisi dapur kemanusiaan ini sebagai langkah awal tahun yang sengaja dimulai dengan aksi nyata.
“Awal tahun kami ingin langsung bergerak dan memastikan kehadiran Glowtong Royong benar-benar dirasakan masyarakat. Ekspedisi dapur kemanusiaan ini adalah wujud solidaritas lintas profesi—bantuan yang bukan hanya besar secara jumlah, tapi juga penuh kepedulian,” ujarnya.
Pada hari pertama, 50.000 porsi makanan dimasak dan dibagikan kepada warga Kampung Durian, Desa Rantau, Aceh Tamiang. Keesokan harinya, dapur kemanusiaan berpindah ke Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, dengan distribusi 49.000 porsi makanan tambahan.
Di tengah antrean warga, cerita-cerita kehilangan dan ketidakpastian masih terdengar. Herlina, salah satu warga Kampung Durian, mengaku bantuan makanan menjadi penopang penting di saat mata pencaharian terhenti total.
“Kondisi di sini sampai sekarang masih belum normal. Lumpur masih ada di mana-mana, pekerjaan terputus, tidak ada pendapatan. Bantuan makanan seperti ini sangat membantu kami dan keluarga untuk bertahan,” tuturnya.
Ekspedisi Dapur Kemanusiaan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi Glowtong Royong – Aksi Kemanusiaan untuk Sumatra, yang sebelumnya menghimpun bantuan senilai Rp1 miliar bersama BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta dan disalurkan langsung ke wilayah terdampak pada akhir 2025.
Baca Juga: BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
Shandy berharap ekspedisi ini tak berhenti sebagai bantuan jangka pendek, melainkan menjadi pemantik solidaritas yang lebih luas.
“Kami berharap sinergi ini bisa meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya, sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam proses pemulihan jangka panjang di Sumatra,” tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah