Suara.com - Belakangan ini, nama Kak Seto terseret perbincangan publik akibat tidak adanya tanggapan terhadap kasus child grooming yang dialami Aurelie Moeremans di masa lalu yang menyita perhatian netizen.
Di tengah kritik dan kekecewaan publik, sosok kembaran Kak Seto justru mendapat sorotan berbeda yang positif.
Sejumlah netizen di X membandingkan sikap Kak Seto dengan kiprah kembarannya, Kresno Mulyadi, yang dinilai lebih sering turun langsung membantu anak-anak.
Salah satu cuitan yang banyak diperbincangkan datang dari akun netizen. Ia mengungkap peran besar Kak Kresno dalam hidupnya saat masih anak-anak.
Dalam cuitannya, ia menulis, "Padahal kembarannya jauh lebih berkontribusi nyata buat anak-anak. Dr Kresno salah satu yang handle gw pas kena bullying sekolah waktu SD dan berani maju ke sekolah buat rekomen gw akselerasi 2 tingkat ke atas."
Unggahan ini sontak menuai respons positif dan membuat publik penasaran dengan sosok Kak Kresno. Pujian demi pujian pun mengalir, membuat nama Kak Kresno viral dan mendapat apresiasi luas dari netizen.
Lantas, sebenarnya kembaran Kak Seto kerja apa, dan mengapa kini justru viral dipuji netizen? Berikut ulasan lengkap tentang profil Kresno Mulyadi.
Profil Kresno Mulyadi, Kembaran Kak Seto yang Jarang Tersorot
Kresno Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Kresno adalah saudara kembar dari Kak Seto. Keduanya lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951, dengan selisih waktu kelahiran sekitar 15 menit.
Meski Kak Seto lahir lebih dulu, dalam kepercayaan adat Jawa, Kak Kresno justru dianggap sebagai kakak. Alasannya, ia dipercaya "mendorong" sang adik untuk lahir lebih dahulu.
Baca Juga: Pembelaan Seto Mulyadi Usai Dituding Pernah Abaikan Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans
Jika Kak Seto dikenal sebagai psikolog dan pemerhati anak di media, maka kembaran Kak Seto bekerja sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Gelar lengkapnya adalah dr. Kresno Mulyadi, Sp.KJ.
Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan sejak muda sudah menaruh perhatian besar pada dunia anak, khususnya kesehatan mental.
Sejak kuliah, Kak Kresno telah merintis berbagai kegiatan pendidikan anak usia dini. Pada tahun 1978, ia mendirikan Taman Kanak-Kanak dan Kelompok Bermain Yayasan Negeri Kuncup Bunga di Surabaya.
Seiring waktu, yayasan ini berkembang dan membuka cabang di berbagai kota seperti Sidoarjo, Malang, Denpasar, hingga Manado. Perannya di dunia pendidikan anak membuatnya dikenal luas, meski tidak sering tampil di media arus utama.
Selain pendidikan, Kak Kresno juga dikenal sangat fokus pada anak-anak dengan Gangguan Spektrum Autisme. Sejak 1998, seluruh cabang yayasan yang ia dirikan membuka layanan terapi untuk anak autisme.
Ia juga pernah bekerja sama dengan lembaga pendidikan di Jakarta dan membuka layanan terapi di rumah sakit khusus ibu dan anak.
Pengalaman panjangnya di bidang ini kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul “Autism Is Curable”. Tak berhenti di situ, Kak Kresno juga aktif sebagai pembicara seminar dan webinar tentang tumbuh kembang serta kesehatan mental anak.
Menariknya, di luar profesinya sebagai psikiater, Kak Kresno juga memiliki hobi menulis dan menyanyikan lagu.
Karya-karyanya diunggah di kanal YouTube Kresno M, dengan lirik-lirik positif yang menyebarkan semangat dan nilai kebaikan. Salah satu lagu ciptaannya yang cukup dikenal netizen berjudul "Mari Membiasakan Senyum".
Meski jarang tampil di televisi, dedikasi Kak Kresno selama puluhan tahun kini mulai mendapat sorotan. Tak heran jika publik akhirnya memberikan pujian atas kontribusinya yang nyata bagi anak-anak Indonesia.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke
-
Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat
-
Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?
-
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik
-
5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Cancer Pria, Hangat di Balik Kesan yang Misterius
-
Makin Colorful Makin Centil, Bagaimana Outfit Berwarna Tetap Enak Dilihat?
-
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp 158 Miliar Akhirnya Cair
-
Jaga Warisan Kuliner Sejak 1992, Sugi Wahyuni Kembangkan Terasi Kumbe Bersama BRI
-
PDIP Buka Suara Soal Akun Instagram Jokowi yang Sempat Unggah Hoaks Melva Pardede
-
Review Film Songs of Earth: Perjalanan Anak Mengenal Ayahnya Lebih Mendalam