- Viral kasus es gabus di Kemayoran Jakarta Pusat menuduh bahan baku spons, namun aslinya terbuat dari hunkwe atau sagu.
- Tekstur berpori es gabus timbul alami dari proses pemasakan adonan tepung dan santan, bukan karena bahan berbahaya.
- Tuduhan awal berasal dari laporan warga dan kecurigaan visual, kemudian terbukti aman setelah dilakukan uji ilmiah lanjutan.
Suara.com - Nama es gabus mendadak jadi sorotan setelah viral kasus seorang pedagang di Kemayoran Jakarta Pusat yang dituding menjual es berbahan spons.
Jajanan jadul yang dulu akrab dengan uang jajan anak sekolah ini tiba-tiba dipersepsikan sebagai makanan berbahaya.
Padahal, di balik kehebohan itu, ada banyak kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Pasalnya makanan ini begitu membekas di hari generasi milenial yang tumbuh bersama es gabus.
Berikut lima kesalahpahaman yang muncul dari kasus viral tersebut.
1. Es Gabus Dikira Terbuat dari Spons, Padahal Ini Bahan Aslinya
Kesalahpahaman paling mendasar adalah anggapan bahwa es gabus dibuat dari spons atau busa sintetis. Faktanya, es gabus merupakan jajanan tradisional yang dibuat dari tepung hunkwe atau sagu, santan, gula, dan pewarna makanan.
Semua bahan tersebut adalah bahan pangan yang umum digunakan dalam kuliner Nusantara, bukan material non-makanan seperti yang dituduhkan.
2. Teksturnya Mirip Spons Bukan Karena Bahan Aneh
Bentuk es gabus yang berpori, empuk, dan kenyal kerap memicu kecurigaan. Namun tekstur tersebut muncul secara alami dari proses pemasakan adonan tepung dan santan yang dimasak hingga mengental, lalu didinginkan dan dibekukan.
Baca Juga: Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya
Hasil akhirnya memang tampak berongga, sekilas mirip spons padahal sepenuhnya berasal dari reaksi bahan pangan, bukan karena bahan berbahaya.
3. Tuduhan Berawal dari Laporan Warga, Bukan Hasil Uji
Dalam kasus yang viral, tudingan es gabus berbahan spons berawal dari laporan warga yang merasa curiga setelah melihat tekstur jajanan tersebut. Dugaan itu kemudian berkembang luas di media sosial sebelum ada verifikasi ilmiah.
Pada akhirnya terbukti juga kan setelah dilakukan uji ilmiah lanjutan, hasilnya menegaskan bahwa es gabus itu aman dikonsumsi.
Kesalahpahaman ini menunjukkan betapa mudahnya asumsi visual berubah menjadi tuduhan serius ketika tidak diiringi pemahaman kuliner tradisional.
4. Es Gabus adalah Kenangan Masa Kecil Generasi Milenial
Berita Terkait
-
Kronologi Suderajat, 30 Tahun Jualan Es Gabus Hancur Dituduh Dagang Makanan Berbahan Spons
-
Asal-usul Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral Dikira Terbuat dari Spons
-
Buntut Panjang Pedagang Es Gabus Viral: Propam Turun Tangan Periksa Polisi yang Gegabah
-
Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya
-
Es Gabus Terbuat dari Apa? Bukan dari Spons, Ternyata Ini Bahan Utamanya
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Lebih dari 200 Penari dari Berbagai Daerah Ramaikan Lomba Tari Kreasi 2026 di Saloka Theme Park
-
Remehkan Timnas Indonesia, Pemain Thailand: Kami Paling Layak Juara Piala AFF 2026!
-
GoTo Cetak Laba Beruntun Q2-2026, Fintech Resmi Jadi Mesin Uang Baru
-
KPK Sita Mobil Pajero Sport yang Dipakai Istri Kedua Suhardiman Amby
-
5 Cushion untuk Kulit Kering agar Makeup Tidak Crack, Hasil Dewy dan Glowing
-
Aceh Pacu Pemulihan Lahan Pertanian, Serapan Anggaran Tembus Rp231 Miliar
-
Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja