- Viral kasus es gabus di Kemayoran Jakarta Pusat menuduh bahan baku spons, namun aslinya terbuat dari hunkwe atau sagu.
- Tekstur berpori es gabus timbul alami dari proses pemasakan adonan tepung dan santan, bukan karena bahan berbahaya.
- Tuduhan awal berasal dari laporan warga dan kecurigaan visual, kemudian terbukti aman setelah dilakukan uji ilmiah lanjutan.
Bagi generasi milenial, es gabus bukan makanan asing. Jajanan ini identik dengan masa kecil, cuaca panas, dan penjual keliling di depan sekolah atau kampung. Dulu, es gabus dimakan tanpa rasa curiga hanya dianggap sebagai camilan manis penyegar.
Hingga kini, belum ada catatan resmi yang menyebutkan secara pasti dari daerah mana es gabus berasal. Meski begitu, jajanan ini mulai dikenal dan digemari masyarakat pada rentang tahun 1980 hingga 1990-an, bersamaan dengan populernya aneka es rumahan seperti es mambo, es lilin, dan es potong.
Di era tersebut, es gabus menjadi salah satu jajanan favorit anak-anak sekolah. Rasanya yang manis dan gurih, tampilannya yang berwarna-warni, serta harganya yang ramah di kantong membuatnya mudah diterima. Satu potong es gabus biasanya dijual dengan kisaran harga Rp1.000 hingga Rp3.000.
Dalam jurnal berjudul “Peningkatan Performa UMKM Es Gabus ’90an Melalui Pendampingan Sertifikasi Halal” disebutkan bahwa es gabus tradisional dibuat dari tepung hunkwe, yang dicampur dengan santan dan gula sebagai bahan utama.
Keterangan serupa juga tertuang dalam sejumlah proposal kewirausahaan es gabus, yang menyebut jajanan ini relatif aman dan sederhana karena tidak menggunakan bahan pengawet. Penyajiannya pun dilakukan dalam kondisi beku, sehingga cocok sebagai camilan penyegar.
Ironisnya, di era media sosial, jajanan yang dulu dianggap biasa justru diperlakukan seperti temuan mencurigakan.
5. Jajanan Jadul Makin Langka, Penjualnya Jangan Diintimidasi
Es gabus kini tidak lagi mudah dijumpai. Penjualnya kebanyakan pedagang kecil yang mempertahankan resep lama dan bergantung pada pembeli setia.
Karena itu, kesalahpahaman yang berujung intimidasi justru berisiko menghilangkan satu lagi kuliner tradisional dari ruang publik. Alih-alih mencurigai, jajanan jadul semestinya dilindungi dan diluruskan informasinya. Atau bisa dibantu agar pedagang bisa memproduksinya secara lebih layak dan higienis.
Baca Juga: Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya
Yang penting, jangan terlalu banyak mengonsumsinya. Selain karena setiap produsen punya komposisi berbeda, juga karena semua yang berlebihan itu tidak baik.
Berita Terkait
-
Kronologi Suderajat, 30 Tahun Jualan Es Gabus Hancur Dituduh Dagang Makanan Berbahan Spons
-
Asal-usul Es Gabus, Jajanan Jadul yang Viral Dikira Terbuat dari Spons
-
Buntut Panjang Pedagang Es Gabus Viral: Propam Turun Tangan Periksa Polisi yang Gegabah
-
Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya
-
Es Gabus Terbuat dari Apa? Bukan dari Spons, Ternyata Ini Bahan Utamanya
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
50 Gambar Ucapan Idul Fitri 2026 Gratis, Siap Pakai untuk Story WA atau Instagram
-
Tertinggal Shalat Ied Berjamaah, Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendirian di Rumah?
-
Apakah Menikahi Sepupu Termasuk Perkawinanan Sedarah? Ini Penjelasannya
-
Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
-
5 Tempat Makan 'Legend' Sepanjang Pantura: Wajib Mampir Kala Mudik 2026
-
Promo Spesial Ramadan BRI, Cara Cerdas Nikmati Bukber dan Hiburan Lebih Hemat
-
7 Parfum Mirip Chanel Coco Mademoiselle Versi Murah tapi Wanginya Mewah
-
4 Langkah Pertolongan Pertama Jika Kena Air Keras, Antisipasi dari Kasus Andrie Yunus
-
Apakah 1 Syawal Boleh Puasa? Simak Hukum dan Waktu Pelaksanaannya