- Masyarakat Tionghoa meyakini hujan saat Imlek merupakan berkah Tian simbol rezeki, kesuburan, serta pembersihan kesialan tahun lalu.
- Secara ilmiah, Imlek sering hujan karena perayaan tersebut jatuh di puncak musim hujan antara Januari hingga Februari.
- Faktor penyebab ilmiah hujan saat Imlek mencakup angin monsun barat, pemanasan suhu akibat posisi matahari, dan ITCZ.
Kebetulan? Tentu tidak. Periode ini, khususnya di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, bertepatan dengan puncak musim hujan.
Ada beberapa faktor meteorologis utama yang menjadi penyebabnya:
1. Angin Monsun Barat (Monsun Asia)
Pada periode Desember hingga Maret, angin Monsun Asia yang membawa banyak uap air bertiup dari Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan menuju wilayah Indonesia. Angin ini adalah pemasok utama awan-awan hujan yang menyebabkan curah hujan tinggi.
2. Posisi Matahari
Di akhir tahun hingga awal tahun, matahari berada di Belahan Bumi Selatan (BBS). Posisi ini menyebabkan suhu di wilayah seperti Indonesia, Australia, dan sekitarnya menjadi lebih hangat.
Pemanasan ini memicu penguapan air laut (evaporasi) yang masif, membentuk awan-awan hujan yang tebal dan siap tumpah kapan saja.
3. Zona Konvergensi Antartropis (ITCZ)
Wilayah Indonesia adalah tempat pertemuan angin dari belahan bumi utara dan selatan. Pertemuan ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil dan ideal untuk pembentukan awan Cumulonimbus, yaitu awan badai penyebab hujan lebat.
Baca Juga: Kapan Waktunya Ganti Karet Wiper? Ini Pertanda Waktunya Cari Baru
Jadi, secara ilmiah, hujan saat Imlek adalah fenomena cuaca yang sangat bisa diprediksi karena jatuhnya perayaan ini tepat di tengah-tengah musim penghujan di sebagian besar wilayah Asia.
Kamu, Pilih Percaya Mitos atau Fakta Sains?
Lalu, mana yang benar? Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Sains memberikan kita penjelasan logis tentang bagaimana hujan itu bisa terjadi secara konsisten saat Imlek. Ia memberikan kita pemahaman tentang pola iklim dan cuaca yang terjadi di planet ini.
Di sisi lain, kepercayaan dan mitos memberikan makna di balik fenomena tersebut. Ia adalah cara manusia menghubungkan diri dengan alam dan harapan.
Kepercayaan akan hujan sebagai berkah adalah warisan budaya yang indah, penuh dengan optimisme dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
Anda bisa menerima penjelasan ilmiah bahwa hujan terjadi karena angin monsun, sambil tetap tersenyum dan berpikir, "Wah, semesta sedang memberikan berkahnya untuk tahun yang baru." Keduanya bisa hidup berdampingan, memperkaya cara kita memandang dunia.
Jadi, saat Imlek nanti hujan kembali turun, kamu sudah tahu jawabannya. Bagaimana menurutmu? Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar! Selamat menyambut Tahun Baru Imlek
Berita Terkait
-
Kapan Waktunya Ganti Karet Wiper? Ini Pertanda Waktunya Cari Baru
-
Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
-
Cuti Bersama Imlek 2026 Tanggal Berapa? Cek Peluang Long Weekend di Bulan Februari
-
Imlek 2026 Shio Apa? Energi Membara Tahun Kuda Api Siap-siap Panen Cuan
-
5 Shio Berisiko Ciong di 2026, Mendekati Imlek: Waspada Energi Tahun Kuda Api!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya
-
Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat
-
4 Cushion yang Tidak Luntur saat Berkeringat, Cocok untuk Aktivitas Seharian
-
30 Kata-Kata Hari Ayah Sedunia dalam Bahasa Inggris untuk Caption dan Story, Penuh Makna
-
Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR
-
25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
-
4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
-
Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya
-
Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya