Lifestyle / Komunitas
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:36 WIB
Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]
Baca 10 detik
  • Jeffrey Epstein lahir di Brooklyn tahun 1953 dari keluarga biasa, namun menjadi finansier superkaya dengan jaringan sosial elite.
  • Ia pernah menjadi guru sekolah elit dan bekerja di Wall Street, sebelum akhirnya terseret kasus pelecehan seksual sejak 2005.
  • Epstein meninggal dunia pada 2019 di sel tahanan sebelum sidang, setelah sebelumnya menjalani hukuman ringan kontroversial.

Suara.com - Nama Jeffrey Epstein sedang menjadi sorotan setelah berbagai dokumen pengadilan yang dikenal sebagai Epstein Files dibuka ke publik.

Sosok yang semasa hidupnya dikenal sebagai finansier superkaya ini ternyata menyimpan kisah kelam yang melibatkan jaringan kekuasaan, kemewahan, dan kejahatan seksual berskala global.

Siapa sebenarnya Jeffrey Epstein? Berikut fakta-fakta penting tentang latar belakang keluarga, karier, kehidupan pribadi, hingga kasus hukumnya.

1. Lahir dari Keluarga Biasa

Jeffrey Edward Epstein lahir pada 20 Januari 1953 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Ia berasal dari keluarga kelas menengah. Ayahnya bekerja sebagai petugas taman kota, sementara ibunya adalah asisten sekolah.

Tidak ada latar belakang keluarga elit atau kekayaan besar. Hal ini kemudian memicu banyak pertanyaan publik tentang asal-usul kekayaan Epstein di masa dewasa.

2. Tak Pernah Lulus Kuliah

Epstein sempat mengenyam pendidikan di Cooper Union dan New York University (NYU). Namun, ia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya hingga lulus sarjana.

Meski begitu, Epstein dikenal cerdas, terutama di bidang matematika dan sains—kemampuan yang kelak membawanya masuk ke lingkungan elite.

Baca Juga: Foto Jenazah Jeffrey Epstein yang Dirilis Pemerintah AS Dicurigai Palsu: Tatonya di Mana?

3. Pernah Jadi Guru Sekolah Elit

Salah satu sisi lain Epstein yang jarang diketahui publik adalah profesinya sebagai guru matematika dan fisika di Dalton School, sekolah swasta elit di New York.

Menariknya, Epstein bisa mengajar di sana meski tidak memiliki gelar sarjana, diduga karena kecerdasan dan relasi yang dimilikinya.

4. Masuk Dunia Keuangan dan Jadi Finansier Misterius

Setelah keluar dari dunia pendidikan, Epstein beralih ke sektor keuangan dan bekerja di Bear Stearns, perusahaan investasi besar di Wall Street.

Ia kemudian mendirikan perusahaan sendiri, J. Epstein & Co., yang diklaim hanya melayani klien superkaya. Namun hingga kini, jumlah klien dan sumber kekayaannya tidak pernah jelas, membuat reputasinya sebagai “miliarder misterius” semakin kuat.

5. Jaringan Sosial Kelas Dunia

Epstein dikenal memiliki lingkar pertemanan luas, mulai dari politisi, pengusaha besar, ilmuwan ternama, hingga selebritas internasional.

Jejaring inilah yang kemudian banyak dibahas dalam dokumen Epstein Files. Meski begitu, nama yang tercantum tidak otomatis berarti terlibat kejahatan, melainkan menunjukkan relasi sosial atau profesional.

6. Tak Pernah Menikah, Dekat dengan Ghislaine Maxwell

Dalam kehidupan asmara, Jeffrey Epstein tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak. Hubungan paling dikenal adalah dengan Ghislaine Maxwell, perempuan asal Inggris yang disebut sebagai pasangan dekat sekaligus tangan kanan Epstein.

Maxwell kemudian divonis bersalah atas keterlibatannya dalam perdagangan seks anak dan dijatuhi hukuman penjara.

7. Deretan Rumah Mewah dan Pulau Pribadi

Gaya hidup Epstein mencerminkan kemewahan ekstrem. Ia memiliki sejumlah properti bernilai fantastis, antara lain mansion megah di Manhattan,  rumah mewah di Palm Beach Florida, berhektar-hektar perkebunan luas di New Mexico, hingga properti apartemen di Paris. Dan yang paling fenomenal adalah pulau pribadi Little Saint James di Kepulauan Virgin AS.

Pulau terakhir inilah yang kemudian dikenal publik sebagai “Pulau Epstein” dan menjadi simbol skandalnya.

Awal Terbongkarnya Kasus Seksual

Kasus hukum Epstein pertama kali mencuat pada 2005, setelah laporan orang tua seorang remaja perempuan di Florida. Epstein dituduh merekrut dan melecehkan gadis-gadis di bawah umur, dengan modus pijat berbayar.

Pada 2008, Epstein membuat kesepakatan hukum yang sangat kontroversial. Ia hanya menjalani hukuman penjara ringan selama 13 bulan, bahkan dengan izin keluar masuk.

Kesepakatan ini menuai kritik luas karena dianggap memberi perlindungan hukum kepada Epstein dan jaringan elit di sekitarnya.

Kasus Epstein kembali dibuka pada 2019, ketika ia ditangkap atas tuduhan perdagangan seks anak lintas negara oleh otoritas federal AS.

Namun sebelum sidang digelar, Epstein ditemukan tewas di sel tahanan New York pada Agustus 2019. Penyebab resmi kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri, meski hingga kini masih memicu spekulasi publik.

Setelah kematiannya, berbagai dokumen pengadilan dibuka ke publik. Dokumen ini berisi kesaksian korban, catatan perjalanan, dan daftar relasi Epstein.

Kasus ini menjadi salah satu skandal seks terbesar dalam sejarah modern, sekaligus membuka diskusi global tentang penyalahgunaan kekuasaan, impunitas elite, dan perlindungan korban.

Load More