Lifestyle / Komunitas
Kamis, 05 Februari 2026 | 20:43 WIB
Eau De Parfum vs Eau De Toilette, Mana Paling Awet Wanginya? (Freepik)

Suara.com - Sebelum membeli parfum, kita perlu memilih yang tepat agar tampil percaya diri sepanjang hari. Meski begitu, memilih parfum bukanlah hal yang mudah. Bahkan, kita kerap dihadapkan dengan pilihan antara Eau de Parfum (EDP) dan Eau de Toilette (EDT) yang mempunyai karakteristik berbeda.

Perbedaan utama kedua jenis parfum ini terletak pada konsentrasi minyak wangi yang memengaruhi intensitas serta ketahanan aroma ketika dipakai. Oleh karena itu, bagi yang sedang mencari parfum dengan wangi yang awet harus tahu perbedaan antara Eau de Parfum (EDP) dan Eau de Toilette (EDT).

Menariknya, masing-masing wewangian ini dirancang secara khusus untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari aktivitas santai sampai acara formal. Lantas, di antara Eau de Parfum dan Eau de Toilette, mana paling awet wanginya? Mari simak perbandingannya berikut ini.

Eau de Parfum (EDP)

Eau de parfum merupakan salah satu jenis parfum untuk tubuh yang paling sering ditemukan di pasaran. Parfum ini dibanderol dengan harga yang cukup bervariasi, ada yang terjangkau hingga ada yaang mahal. Namun pada dasarnya, EDP memiliki tingkat aroma yang lebih kuat daripada eau de toilette lantaran memiliki konsentrasi minyak lebih tinggi, yakni sekitar 15-20%.

Konsentrasi essential oil yang lebih tinggi di dalamnya, menjadikan EDP mempunyai aroma yang lebih menyengat dan lebih tahan lama. Ketahanan wanginya dapat bertahan sampai 4-5 jam. Sangat direkomendasikan buat aktivitas yang padat maupum pemakaian sehari-hari.

Karakterietik parfum EDP cenderung kental dan berminyak. Oleh sebab itu, banyak varian wewangian EDP yang dikemas dalam botol sumbat dibandingkan botol semprotan. Pengemasan tersebut bertujuan untuk mengontrol banyaknya parfum yang akan dipakai agar aromanya tidak terlalu menyengat.

Tak sampai di situ, cara menggunakan parfum jenis EDP juga harus diperhatikan. Hal ini dilakukan agar aromanya benar-benar keluar. Penggunaannga cukup dioleskan sedikit demi sedikit pada titik-titik denyut nadi seperti pada pergelangan tangan bagian dalam, di dalam siku, leher, belakang telinga, ataupun belakang lutut.

Pasalnya, di titik itu cenderung menghasilkan suhu panas tubuh yang lebih tinggi sehingga dapat membantu penyebaran aroma parfum ke bagian tubuh. Agar lebih tahan lama, kamu juga bisa memakai pelembab sebelum parfum.

Eau De Toilette (EDT)

Meskipun istilahnya ada toilette, namun wewangian jenis ini bukanlah jenis pengharum ruangan yang digunakan untuk toilet. Selain itu, parfum ini juga tidak memiliki aroma yang sama seperti toilet.

Baca Juga: 5 Parfum Lokal Dupe Parfum High End yang Tahan Lama, Harga Lebih Bersahabat

Eau de toilette (EDT) merupakan parfum tubuh yang dirancang dengan aroma yang lebih ringan daripada eau de parfum (EDP). Wewangian dari EDT, umumnya memiliki aroma menyegarkan dan mampu memberi kesan ceria sehingga sangat cocok dipakai setiap hari.

Parfum eau de toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar minyaknya. Konsentrasi minyak di dalamnya sekitar 5%-15% saja. Itulah alasan, harga EDT jauh lebih murah dibanding EDP yang mengandung konsentrasi minyak lebih tinggi.

Meskipun ketahanan aroma eau de toilette bisa dibilang hanya sebentar, sekitar 1-2 jam. Namun wewangian jenis ini menjadi pilihan yang paling populer di berbagai kalangan karena harganya yang cenderung murah.

Parfum EDT umumnya dikemas dalam botol spray lantaran teksturnya lebih ringan dan lebih encer dibandingkan dengan EDP. Penggunaanya bisa disemprotkan ke seluruh bagian tubuh ataupun hanya di titik-titik tertentu.

Eau De Parfum vs Eau De Toilette, Mana Paling Awet Wanginya?

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpkan bahwa Eau de Parfum (EDP) juaranya. Pasalnya EDP memang mempunyai ketahanan aroma yang lebih lama dibandingkan Eau de Toilette (EDT).

Simak rekomendasi parfum EDP yang patut menjadi pilihan:

Load More